Strategi Simulasi dan Dunia Hiperealitas; Fenomena Akademi Fantasi Indosiar Dalam Masyarakat Indonesia
GUMAWANG, Alfredo Rici, Alfredo Rici Gumawang
2005 | Skripsi | SosiologiSaat ini, televisi sudah dimiliki hampir setiap keluarga, baik sebagai media informasi maupun sebagai media hiburan Televisi sebagai salah satu produk kapitalis menghadirkan sebuah mekanisme penampakan, erat kaitannya dengan model simulasi. Model-model simulasi ini dikemas melalui teknologi canggih sehingga realitas dapat diduplikasi tanpa harus terpacu pada referensi asal usul atau realitas, maka besar kemungkinan perbedaan antara realitas dan fantasi sudah tidak ada. Melalui model produksi simulasi, tidak saja dapat dihasilkan objek-objek hiperal, akan tetapi juga dapat dilakukan proses kompresi, dekontruksi, dan rekontruksi ruang sehingga memampukan manusia mangalami pengalaman ruang yang baru, yaitu ruang simulacrum. Istilah simulasi digunakan untuk menerangkan hubungan-hubungan produksi, komunikasi, dan konsumsi dalam masyarakat kapitalis konsumer barat, yang dicirikan oleh overproduksi, overkomunikasi, dan overkonsumsi melalui media masa, iklan, fashion, supermarket, industri hiburan, turisme dan sebagainya. Dalam era simulasi yang diwakili oleh televisi saat ini, menjadikan industri pertelevisian saling bersaing meraih keuntungkan. Hal tersebut dibuktikan melalui hadirnya stasiun-stasiun televisi swasta di Indonesia. Oleh karena itu, persaingan dalam industri ini berjalan dengan sangat ketat, hal tersebut dapat di lihat dari semakin beragamnya program-program acara televisi yang berorientasi pada hiburan semata. Program-program tersebut bersaing untuk mendapatkan rating dan pemasukan iklan, karena kedua hal tersebut merupakan kunci dari pemasukan modal dan keuntungan televisi swasta di Indonesia. Oleh karena itu, segala cara untuk mendapatkan rating tinggi dan iklan dilakukan oleh stasiun televisi swasta demi kelangsungan hidup stasiun tersebut. Maka tidak heran apabila saat ini banyak program-program televisi yang lebih mementingkan nilai komersil dibandingkan mutu dan kualitas. Bahkan kecendrungan sebagai plagiat dengan menjiplak program-program dari luar negri menjadi salah satu kebiasaan stasiun televisi swasta di Indonesia. Program-program jiplakan tersebut memang diakui berhasil mendapatkan perhatian masyarakat, contohnya, program Akademi Fantasi Indosiar (AFI) yang ditayangkan oleh stasiun televisi Indosiar. Program ini menjadi fenomena di Indonesia, banyak peristiwa-peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah pertelevisian di Indonesia mampu diciptakan oleh program ini. Program AFI banyak ditiru oleh stasiun-stasiun lainnya, karena telah berhasil mendapatkan perhatian masyarakat dengan dibuktikan oleh rating tinggi dan antrian iklan yang berebut untuk tampil. Bukan hanya itu saja, service provider dan berbagai media massa seperti tabloit, koran dan radio ikut menjadi paket dalam program ini. Hadirnya paket tersebut dapat disimpulkan bahwa program acara AFI yang di tayangkan oleh Indosiar merupakan lahan yang akan menghasilkan keuntungan yang sangat besar.
Kata Kunci : Fenomena Sosial