Laporkan Masalah

Peranan Orang Tua dalam Mengarahkan Kemampuan Melukis Pada Anak Usia Sekolah Dasar (Studi Kasus di Sanggar Arena Kecil Bantul dan Sanggar Melati Suci Kwarasan

DESTYANINGSIH, Klara, Klara Destyaningsih

2005 | Skripsi | Sosiologi

Salah satu persoalan yang menyita perhatian orang tua di zaman ini adalah mengenai bagaimana cara mendidik anak yang baik, terlebih cara mendidik anak yang memiliki bakat. Sering kali orang tua menyerahkan pendidikan anak kepada pihak sekolah. Namun sayangnya pendidikan anak berbakat hanya bisa dijumpai dalam kegiatan ekstra kurikuler, yang tentu saja belum mencakup semuanya. Dengan demikian, mau tidak mau orang tua lah yang memegang peran utama dalam mengarahkan, membina dan mengembangkan bakat anak. Perlu diketahui, bahwa bakat yang dimiliki anak yang satu belum tentu sama dengan bakat yang dimiliki oleh anak yang lain. Sehingga orang tua harus jeli dalam mengamati, bakat apakah yang dimiliki oleh anaknya. Jangan sampai bakat yang sudah melekat dalam diri anak akan terbuang sia-sia, karena suatu saat bakat itu bisa hilang jika tidak diasah dan dikembangkan secara terus menerus. Hal inilah yang membuat orang tua sering kali kebingungan mengenai apa yang harus mereka lakukan. Apakah yang mereka lakukan ini sudah benar? Pada umumnya orang tua hanya teringat pada cara orang tua mereka dulu mengasuh mereka. Untuk itu penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan tentang sejauh mana peran orang tua dan upaya-upaya apa saja yang mesti ditempuh orang tua dalam mengembangkan bakat melukis pada anak. Sebagai sebuah studi kasus, penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini berlokasi di dua sanggar lukis, yakni Sanggar Arena Kecil Bantul dan Sanggar Melati Suci Kwarasan yang dipilih karena kedua sanggar ini memiliki metode pengajaran yang berbeda dan pengalaman mendidik yang berbeda pula. Sehingga akan ditemukan data yang variatif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa peran orang tua dalam mengarahkan dan mengembangkan bakat lukis anak dapat dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok orang tua yang otoriter dan kelompok orang tua yang demokratis. Dimana kelompok orang tua yang otoriter lebih cenderung mengejar prestasi dan juga ketenaran. Sedangkan kelompok orang tua yang demokratis cenderung untuk memberi kesempatan seluas-luasnya pada anak untuk berkreasi sesuai dengan keinginan anak, yang nantinya akan dijadikan bekal bagi diri anak dimasa depan. Selain diperoleh data diatas, penelitian ini juga memperoleh informasi mengenai upaya-upaya yang ditempuh orang tua dalam mengarahkan dan mengembangkan bakat lukis anak. Mulai dari memberikan fasilitas yang memadai seperti crayon, kertas, spidol, cat air, valet, kuas, dsb hingga pada mendaftarkan anak ke sanggar lukis, mengikutsertakan ke lomba lukis, mendampingi anak sewaktu menggambar, memberikan dukungan dan juga suport. Dan yang paling utama adalah memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.

Kata Kunci : Pembangunan Mental


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.