Pendidikan Seni dan Konstruksi Pembebasan (Studi Kasus Sistem Pendidikan Sekolah Menengah Seni Rupa /SMSR Yogyakarta
YASINTA, Maria E, Maria E.Yasinta
2005 | Skripsi | SosiologiSejak awal merdeka, Sudan telah menghadapi banyak konflik dan perang saudara. Dewasa ini, konflik yang paling besar terjadi di area bagian barat Sudan yang disebut Darfur. Mengklaim telah diperlakukan secara tidak adil sejak awal tahun 80-an oleh pemerintah yang didominasi oleh Arab; pada awal tahun 2003, sebuah grup petani Afrika dari suku Fur, Zaghawa, dan Masalit angkat senjata dan menyerang pangkalan pemerintah. SLA dan JEM menyatakan bahwa Pemerintah Sudan telah mendiskriminasi etnis Afrika muslim di Darfur dan telah sengaja menargetkan mereka sejak awal tahun 90-an. Sejak tahun 2004, telah terdapat beberapa upaya mediasi. Tahun 2009 upaya mediasi sebagai bagian dari diplomasi humaniter dilakukan oleh Pemerintah Qatar di Doha dibawah pengawasan Uni Afrika dan Perserikatan Bangsa Bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan dinamika proses perdamaian untuk Darfur di Doha; menjelaskan bagaimana efek samping mengkarakterkan Proses Perdamaian di Doha; serta menggambarkan implikasi dari negosiasi untuk efek samping dalam Proses Perdamaian di Doha. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dalam menganalisa riset eksplanatif mengenai Proses Perdamaian di Doha untuk Darfur. Teori dan konsep yang digunakan antara lain negosiasi untuk efek samping, mutually hurting stalemate dan spoiler problem dalam proses perdamaian. Pada akhirnya, peneliti menemukan bahwa Proses Perdamaian di Doha adalah sebuah negosiasi untuk menciptakan efek samping dengan tujuan propaganda. Proses ini tidak inklusif karena mengabaikan gerakan yang lebih berpengaruh di Darfur. Hal ini terbukti dengan pelanggaran berulang pada inisiasi perjanjian dan Pemerintah Sudan yang mengadakan perjanjian yang sama dengan LJM, dimana sebelumnya Pemerintah Sudan telah mengakui JEM sebagai gerakan tunggal yang mewakili masyarakat Darfur. Beberapa implikasi dari proses perdamaian yang dinegosiasikan untuk efek samping berupa ketidakpercayaan, lemahnya mediasi, disintegrasi pemberontak, penolakan pemerintah melucuti Janjaweed, dan partisipasi yang tidak konsisten dalam negosiasi. Kemudian hal-hal yang terjadi pasca penandatanganan perjanjian di Doha akan didiskusikan untuk menggambarkan dinamika situasi setelah Doha Dokumen untuk Perdamaian di Darfur ditandatangani. Kata kunci: Negosiasi untuk Efek Samping, Propaganda, Darfur, Proses Perdamaian di Doha, Mutually Hurting Stalemate, dan Mediasi Multiparti
Kata Kunci : Pendidikan