Lembaga Keuangan Syariah Dalam Pandangan Masyarakat Muslim ( Studi Tentang Persepsi dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Masyarakat Ngijon Sendangarum Minggir Yogyakarta dalam Menggunakan Jasa ......
SUHARYONO, Sri, Sri Suharyono
2005 | Skripsi | SosiologiMasih rendahnya kemampuan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan kesehatan ditingkat desa disebabkan oleh banyak faktor seperti ketersediaan anggaran dan sumber daya manusia. Namun dewasa ini, aktor yang berperan dalam pembangunan kesehatan masyarakat desa tidak lagi di dominasi oleh pemerintah sebagai aktor utama, tetapi juga mampu dilakukan oleh sektor swasta dan masyarakat sipil dengan memanfaatkan sumber daya dan modal yang mereka miliki termasuk modal sosial sebagai perwujudan dari segitiga good governance. Berangkat dari latar belakang masalah tersebut diatas, maka penelitian ini diarahkan untuk menjawab bagaimanakah pemanfaatan modal sosial oleh masyarakat untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan di Desa Sri Katon Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah?. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Sri Katon dengan keberagaman penduduknya mampu menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan bersama yang dihadapi oleh masyarakat dengan memanfaatkan modal sosial yang mereka miliki dan tetap bertahan hingga saat ini sehingga berkontribusi pada peningkatkan kemandirian masyarakat desa di bidang kesehatan. Masyarakat Desa Sri Katon mampu membangun jaringan (networks) kerjasama antar sesama anggota masyarakat yang dilandasi oleh rasa saling percaya (trust), saling peduli, saling tolong menolong, kepatuhan terhadap nilai (values), norma (norms) yang berlaku dan telah disepakati bersama serta tindakan pro aktif (pro active act) yang diwujudkan dalam aksi bersama (collective action) untuk pemenuhan kebutuhan bersama dalam memecahkan berbagai permasalahan kesehatan yang terjadi. Meskipun tingkat homogenitas masyarakat Desa Sri Katon tidak lagi terlalu dominan, namun faktor tersebut juga ikut berkontribusi positif terhadap kemampuan masyarakat desa dalam menjaga dan mempertahankan semangat modal sosial yang mereka miliki. Peran aktor utama seperti tokoh masyarakat dan perangkat desa serta aktor pelaksana di lapangan seperti anggota masyarakat juga berkontribusi terhadap keberadaan modal sosial masyarakat Desa Sri Katon. Berbagai kelompok sosial kemasyarakatan yang terbentuk untuk mengatasi permasalahan kesehatan antara lain kelompok ambulan desa, kelompok bank donor darah, kelompok jamban sehat, kelompok lanjut usia, kelompok kesehatan lingkungan dan kelompok ibu, bayi dan balita yang merupakan perwujudan nyata dari modal sosial dan bentuk partisipasi masyarakat sebagai salah satu pilar utama dalam good governance. Sehubungan dengan kesimpulan tersebut, penelitian ini merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah untuk memfokuskan pada penyediaan fasilitas kesehatan dan infrastruktur seperti jalan sehingga masyarakat lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan rujukan dan menjadikan Desa Sri Katon sebagai lesson learned atau bench marking bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kepada perangkat desa, tokoh masyarakat bersama masyarakat untuk tetap menjaga semangat modal sosial yang dimiliki dalam mengatasi berbagai permasalahan bersama melalui berbagai kelompok sosial dan kelompok kesehatan yang ada sehingga eksistensi modal sosial tetap terjaga dengan baik. Kata Kunci : Modal Sosial, Keberagaman, Permasalahan Kesehatan, Kelompok Kesehatan
Kata Kunci : Perbankan