Kebeeradaan Pengamen Perkotaan Beserta Kompleksitas Permasalahannya (Studi Tentang Pengamen Bus Antar Kota Bogor-Jakarta)
PUSPITASARI, Myra, Myra Puspitasari
2005 | Skripsi | SosiologiPenelitian ini dimaksudkan untuk memahami upaya penerapan, partisipasi dan penguatan masyarakat sipil di komunitas lokal.Pembahasan diangkat dari praktik partisipasi yang terjadi pada Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Bhakti Mulia di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Melalui pembahasan atas praktik tersebut akan diperlihatkan mengenai keberagaman gagasan dan pemikiran seluruh pihak yang berkepentingan mulai dari tahap tatap muka (komunikasi) untuk memutuskan sesuatu, tahap pelaksanaan keputusan bersama di lapangan sampai pada tahap penyelenggaraan pengawasan yang melibatkan seluruh komponen warga. Pada tulisan ini diuraikan terlebih dahulu konteks permasalahan yang lebih luas yang terkait dengan gagasan partisipasi.Hal ini tidak dapat kita lepaskan dari pemikiran para pakar tetang gagasan partisipasi secara konseptual, menyangkut partisipasi dalam bidang politik, sosial maupun ekonomi. Dari pemaparan gagasan partisipasi akan kita temukan gagasan partisipasi dalam pengertian lama sampai pada definisi partisipasi terkini yang lebih kritis. Dari gagasan ideal tetang partisipasi ditemukan praktik teknis dalam masyarakat yang kami jadikan sebagai indikatorindikator dari paraktek partisipasi, diantaranya; adanya ruang tatap muka, dialog, serta forum yang memungkinkan setiap individu maupun institusi bebas berbicara tanpa ada intimidasi dari pihak lain. Dari adanya komunikasi tersebut dimungkinkan partisipasi berarti keterlibatan secara bebas warga dalam setiap proses pengambilan keputusan. Indikator lain yang ditemukan adalah adanya solidaritas sebagai modal keikutsertaan warga secara langsung dalam setiap pelaksanaan di lapangan berdasarkan keikhlasan dan kerelawanan warga, bukan karena ada unsur paksaan, ancaman bahkan karena adanya iming-iming material. Terakhir yang dijadikan indicator adalah terbukanya secara luas akses warga untuk mengetahui kinerja dan pengelolaan lembaga dengan lahirnya penyelengaraan transparansi dan akuntabilitas dari institusi bersangkutan. Sehingga dari indikator terakhir tersebut berimplikasi terhadap definisi gagasan partisipasi yang lebih kritis dan menghargai hak dan martabat warga. Secara singkat, penulis juga memberikan paparan tentang Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang menurut penulis memiliki keterkaitan dalam mendorong lahirnya partisipasi dari warga.LKM menjadi institusi kepercayaan masyarakat setempat sebagai lembaga aspiratif, demokratis, serta partisipatif berbasiskan nilai komunitas lokal.
Kata Kunci : Fenomena Sosial