Laporkan Masalah

Membangun Bran Image Melalui Film (Analisis Semiotik Tentang Presentasi Bran Image BMW dalam Film Sequel James Bond: The World Is Not Enough

YUNUS, Ahmad, Ahmad Yunus

2005 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Postur “gigantis” Demokrat tidak bisa dipungkiri saat ini. Sebagai partai pemenang pemilu 2004 dan 2009 telah menempatkan banyak kadernya di kursi legslatif, baik daerah maupun pusat. Namun demikian, kemenangan itu ternyata tidak linier dengan pilkada walikota Kota Yogyakarta. Walau memiliki perolehan suara yang tinggi saat legislatif, ternyata demokrat Kota Yogyakarta yang kedua kalinya tidak otomatis mencalonkan kadernya sendiri dalam Pilkada. Aneh memang, karena substansinya parpol ditempatkan sebagai office seeking (pencari jabatan publik). Juga sebagai vote seeking (pencari suara) agar mendapat legitimasi dari masyarakat. Kesempatan itupun ada dalam proses pemilu. Beranjak dari fenomena di atas, maka penelitian ini bertujuan mengeksplorasi terhadap seleksi kandidat kepala daerah di internal partai Demokrat Kota Yogyakarta pada pilkada 2011. Kiprah partai yang diteliti terutama adalah memahami konteks tahapan seleksi pencalonan kepala daerah (walikota) Kota Yogyakarta oleh partai demokrat. Kedua, memperoleh pengetahuan terhadap alasan partai demokrat mengapa tidak mengusung kadernya sendiri dan preferensi politik apa yang mempengaruhi saat proses penyeleksian kepala daerah (Walikota) Kota Yogyakarta 2011. Alur analisis penelitian ini melalui dua determinan, yakni analisis internal dan eksternal partai. Alur analisis internal dilakukan dengan meninjau kembali posisi demokrat terkait basis kekuatan maupun dukungan partai itu sendiri. Adapun alur analisis eksternal ditekankan pada domain konstelasi politik masyarakat dan imbas karakter pemilu langsung sebagai pendukung analisis. Dalam studi ini analisis internal dan eksternal dilakukan secara simultan. Kedua analisis ini akan mengarah pada keputusan partai terkait calon yang diusung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode studi kasus. Sebagai hasil penelitian menunjukkan bahwa ke”enggan”an demokrat dalam mengusung kadernya sendiri karena berbagai alasan. Paling kentara adalah dampak konstelasi politik lokal terkait RUUK Yogya yang tidak menguntungkan demokrat. Akibatnya kekuatan internal partai kian rapuh. Ditambah pula xii kegagalan kaderisasi partai demokrat yang memunculkan fenomena pudarnya ideologi, menguatnya pragmatisme. Selain itu, cita rasa sentralistik dalam pengambilan keputusan terasa kental yang semua bermuara di pimpinan pusat (DPP). Terpilihnya Hanafi Rais yang sekaligus bukan kader demokrat sendiri menunjukkan bahwa kedaulatan menjalankan proses seleksi hanya sebatas seremonial belaka. Mengambil logika memenangkan kontestasi, pilkada membutuhkan figur kandidat yang populis. Dan karena mengalami krisis ketersediaan kader, demi kemenangan mau tidak mau demokrat bersikap inklusif. Alasannya, calon dari kader partai lain mempunyai popularitas dan elektabilitas tinggi ketimbang kader sendiri. Kata Kunci : Partai Politik, Seleksi Kandidat, Kader Partai.

Kata Kunci : Film


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.