Laporkan Masalah

Pengaruh Koordinasi dan Pengawasan Terhadap Pengembangan Pariwisata: Studi Tentang Pengaruh dan Pengawasan dari Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Terhadap Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Teluk....

TANJUNG, Yazal Amrin, Yazal Amrin Tanjung

2005 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Tesis ini merupakan sebuah studi perbandingan antara kasus Indonesia dan Mesir mengenai kebudayaan politik dalam konteks demokratisasi. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui, bagaimana perbedaan kebudayaan politik antara Indonesia dan Mesir, serta alasan mengapa perbedaan tersebut muncul. Untuk menemukan alasan tersebut, tesis ini melihat perbedaan peranan tiga aktor terdiri dari parpol, badan dan aktivitas masyarakat serta organisasi Islam dalam mendorong sosialisasi dan partisipasi politik antara kedua negara tersebut. Tesis ini menggunakan teori demokratisasi dan teori kebudayaan politik. Menurut Saiful Mujani (2007), demokratisasi di suatu negara akan dipengaruhi kebudayaan politik. Kemudian, menurut Gabriel Almond, dan Sidney Verba (1963 dan 1980), kebudayaan politik dipengaruhi pengalaman masyarakat dalam sosialisasi dan partisipasi politik. Dalam kasus Indoensia dan Mesir, pengalaman tersebut akan dialami melalui kegiatan aktor-aktor sosial, antara lain parpol, badan dan aktivitas masyarakat, dan organisasi Islam. Makanya, tesis ini mengambil hipotesis bahwa, peranan ketiga aktor tersebut berbeda antara Indonesia dan Mesir sehingga masyarakat di masing-masing negara menjalani pengalaman dalam sosialisasi dan partisipasi politik yang berbeda, dan perbedaan pengalaman inilah mengakibatkan perbedaan kebudayaan politik. Tesis ini menyimpulkan setidaknya tiga hal. Pertama, kebudayaan politik baik Indonesia maupun Mesir bisa dikategorikan dalam kebudayaan gabungan antara kebudayaan parokial-partisipan dan subyek-partisipan. Namun keduannya berbeda dalam hal bahwa, komponen kebudayaan partisipan dominan dalam kebudayaan politik Indonesia sementara komponen kebudayaan parokial, subyek dan partisipan seimbang dalam kebudayaan politik Mesir, serta hal bahwa orientasi evaluatif menonjol dalam kebudayaan politik Indonesia sementara orientasi afektif menonjol dalam kebudayaan politik Mesir. Kedua, peranan parpol sama-sama tidak signifikan di Indonesia dan Mesir, peranan badan dan aktivitas masyarakat signifikan di Indonesia dan kurang signifikan di Mesir. Peranan organisasi Islam sangat signifikan baik di Indonesia maupun di Mesir, namun strategi dan ideologinya berbeda satu sama lain, sehingga menimbulkan dampak yang berbeda terhadap pengalaman tersebut di masing-masing masyarakat. Ketiga, setiap aktor berbedaan atas peranan, strategi dan ideologi, dan ketiga perbedaan inilah merupakan faktor penyebab perbedaan kebudayaan politik antara kdua negara tersebut. Kata kunci: studi perbandingan, demokratisasi, kebudayaan politik, sosialisasi, partisipasi politik, parpol, badan dan aktivitas politik, organisasi Islam

Kata Kunci : Pariwisata


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.