Laporkan Masalah

Melacak Akar Pemikiran Gerakan Islam di Indonesia Mengenai Demokrasi; Perbandingan Atas Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia

RATHOMY, Arief Ihsan, Arief Ihsan Rathomy

2005 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Kebutuhan akan bahan pangan selalu meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang meningkat. Konsekuensinya pemerintah harus meningkatkan produksi pertanian. Saat ini Kementerian Pertanian dan Perikanan Timor-Leste menjadi kunci dalam bertanggung jawaban untuk peningkatan produksi bahan pangan tersebut dari tahun ke tahun. Untuk mewujudkan target tersebut, DNIGUA Timor-Leste dituntut untuk memberikan suport yang maksimal guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Beban berat tersebut saat ini belum mampu dilaksanakan oleh DNIGUA Timor-Leste, terbukti realisasi perbaikan dan pembangunan sistim baru irigasi dalam lima tahun terakhir tidak mencapai target. Berbagai upaya telah dilakukan, diantaranya melakukan studi kelayakan, memperbaiki sistim yang sudah ada. Namun kinerja DNIGUA Timor- Leste tersebut masih buruk bila dibandingkan dari berkurangnya sistim yang diperbaiki pada lima tahun sebelumnya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kinerja DNIGUA Timor-Leste belum optimal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penilaian kinerja DNIGUA Timor-Leste dilakukan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab DNIGUA Timor-Leste dengan menganalisis faktor-faktr dominan yang mempengaruhi kinerja DNIGUA Timor- Leste yaitu: struktur organisasi, sumber daya manusia, kepemimpinan, kerja sama, dan lingkungan organisasi. Analisis juga dilakukan terhadap staff dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya pada DNIGUA Timor-Leste. Hasil penelitian menunjukkan kinerja DNIGUA Timor-Leste belum optimal karena hampir semua faktor memberikan pengaruh negatif bagi kinerja dari DNIGUA Timor-Leste. Faktor tersebut yaitu: Struktur Organisasi belum memisahkan fungsi dengan jelas, kurangnya kompetensi dan jumlah staff, kepemimpinan belum ideal, rendahnya kerja sama baik internal maupun eksternal instansi, dan beberapa indikator lingkungan internal dan eksternal yang tidak kondusif. Diantara indikator lingkungan organisasi yang tidak mendukung adalah citra negative direktorat keteknikan, sistim dan prosedur yang tidak jelas aturanya, sistim administrasi masih kacau, kurangnya sarana bagi staff, jaringan internet belum memadai, jumlah wilayah dan tanggung jawab luas, budaya kerja yang masih lemah, rendahnya kesadaran masyarakat, intervensi pejabat, intervensi politik, dan pengawasan auditor/inspektorat lemah. Dengan demikian, saran-saran yang direkomendasikan adalah mempercepat restrukturisasi organisasi, membenahi manejemen SDM staff DNIGUA Timor-Leste, membenahi sistim dam prosedur DNIGUA Timor-Leste, membuka akses dengan instansi lain, memperbaiki regulasi perekrutan pimpinan, memperbaiki meningkatkan peran auditor dalam menjalankan pengawasan, meningkatkan etos kerja dengan memberi insentif, mengurangi intervensi politik yang berlebihan, tidak memanjakan masyarakat sehingga menjadi tergantung sepenuhnya pada pemerintah sehingga menjadi malas, dan mengupayakan sosialisasi Tugas dan Tanggung jawab DNIGUA Timor-Leste kepada masyarakat.

Kata Kunci : Islam, Demokrasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.