Analisis Kinerja Karyawan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Yogyakarta
PUTRIANI, Dwi Fitriah, Dwi Fitriah Putriani
2006 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Wacana kekerasan yang dialami oleh tenaga kerja wanita Indonesia yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di luar negeri semakin marak dalam berbagai media. Kajian ini didasari untuk mencari makna yang terkandung dalam sebuah film sebagai salah satu media dalam upaya mengonstruksi wacana Pahlawan Devisa dan peran pemerintah terhadap TKW. Analisis dilakukan pada sebuah film Minggu Pagi di Victoria Park karya Lola Amaria yang dirilis di bioskop nasional pada Juni 2010. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode Critical Discourse Analisys yang bersifat kualitatif yang dikembangkan Norman Fairclough. Analisis meliputi pada tataran teks, praktik diskursif dan praktik sosiokultur. Kajian ini mengambil beberapa respon atau tanggapan penonton yang diambil secara random dari beberapa media. Hasil kajian menunjukkan bahwa film Minggu Pagi di Victoria Park banyak mengangkat sisi positif kehidupan TKW yang jauh akan kondisi penyiksaan dan hukum pancung. Mencoba mengambil sisi lain TKW, pihak filmmaker mencoba untuk tidak menghakimi salah satu pihak. Seolah tidak ingin menyalahkan baik pemerintah maupun aktor TKW, film ini justru mengukuhkan gelar kepahlawanan yang menjadi kontraversi dikalangan masyarakat. Perekonomian keluarga menjadi wacana yang paling banyak berpengaruh terhadap keinginan bermigrasi ke luar negeri. Peluang kerja dan gaji tinggi menjadi wacana untuk melanggengkan keberadaan Pahlawan Devisa bagi negara dari hasil remitansi. Film sebagai media melalui ideology yang dimilikinya tidaklah bersifat independen, terlebih film sebagai media yang menjadikan masyarakat sebagai komoditas. Film ini mencoba menarik perhatian penontonnya dengan menggunakan peluang kisah buruh migran sebagai TKW di Hongkong. Reaksi positif diperoleh ditengah-tengah maraknya film horor yang berbalut dengan mengkomersilkan seksualitas perempuan. Satu hal yang menyamakan film ini dengan karya-karya film lainnya adalah sama-sama menggunakan perempuan sebagai obyeknya dan yang membedakan adalah film ini lebih menekankan sisi kepahlawanan perempuan bukan segi seksualitasnya. Pada akhirnya penelitian ini menemukan bahwa negara, media dan keluarga merupakan tiga elemen aktor yang sangat berpengaruh dalam upaya penciptaan dan pemeliharaan akan wacana Pahlawan bagi perempuan yang menjadi TKW. Terdapat sebuah hegemoni dan dominasi media yang terus membunyikan adanya dominasi negara dan keluarga terhadap TKW . Relasi kekuasaan berperan dalam penciptaan ruang menjadi TKW yang dilakukan oleh negara. Keterlibatan peran negara terwujud dalam bentuk institusi dan kebijakan-kebijakan yang diciptakan guna melanggengkan wacana Pahlawan Devisa yang sekaligus merupakan bentuk komodifikasi dari wacana tersebut dan besarnya dominasi media dalam membentuk serta meyebarkan sebuah wacana hingga bisa diterima masyarakat. Kata Kunci : Media, TKW, Kekuasaan, dan CDA Fairclough
Kata Kunci : Sumber Daya Manusia, Kinerja