Pergeseran Orientasi Kebijakan Pertahanan Jepang dan Implikasinya Terhadap Hubungan Jepang dengan Negara-negara Kawasan Asia Timur
PURWANDINI, Dian Amintapratiwi, Dian Amintapratiwi Purwandini
2006 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalSebagai perusahaan milik negara, PT. Semen Tonasa diisyaratkan melakukan tanggung jawab perusahaan sesuai amanat undang-undang dan kebijakan kementerian BUMN melalui program yang disebut Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Perusahaan tersebut saat ini menghadapi banyak persoalan. Hal ini tidak terlepas dari program yang dikelola tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam perjalanan kemudian, program diterapkan sering menemui kendala sehingga mendorong penulis untuk melihat secara mendalam penerapan program tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan metode purposive sampling dimana informan yang dipilih adalah orang yang terkait langsung dengan program PKBL seperti: pimpinan PKBL PT. Semen Tonasa beserta staffnya, Kepala Desa Biring Ere, Tokoh Masyarakat, pihak LSM dan masyarakat Desa Biring Ere. Desa Biring Ere merupakan salah desa yang bersentuhan langsung dengan Semen Tonasa dan merupakan salah satu daerah yang menjadi fokus program PKBL. Temuan di lapangan, ada dua program umum PKBL Semen Tonasa yaitu Program Kemitraan dengan pinjaman lunak kepada masyarakat guna meningkatkan usahanya dan Program Bina Lingkungan dengan kegiatan fokus perhatian pada masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Semen Tonasa, program tersebut telah dijalankan sesuai dengan undang-undang dan kebijakan kementerian BUMN sebagai isyarat tangung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, program PKBL PT. Semen Tonasa belum mampu membantu menyelesaikan permasalahan sosial ekonomi masyarakat, karena pengelolaan di lapangan menghadapi masalah dan kendala, seperti program tidak sinergi dengan harapan masyarakat, program belum menyentuh persoalan utama masyarakat. Menelisik lebih dalam ternyata kendala dan permasalahan dilatarbelakangi karena kurangnya pengorganisasian di lapangan, perencanaan, pengawalan sampai pada tahap evaluasi yang terkesan normatif. Program lebih bersifat karikatif daripada community development, pembinaan yang kurang dan kurangnya pelibatan masyarakat pada tahap-tahap proses kegiatan PKBL. Oleh karena itu, PKBL yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan BUMN bukan hanya mengikuti kebijakan UU, tapi sebagai bentuk komitmen perusahaan. Dari permasalahan ini kemudian memberikan saran perlunya pengkajian sesuai kebutuhan masyarakat, evaluasi ulang terhadap program yang telah dilakukan, bantuan tidak bersifat charity dan bantuan keterampilan serta pemberdayaan masyarakat disekitar perusahaan. Kata Kunci : Penerapan, Tanggung Jawab Sosial, PKBL, PT. Semen Tonasa.
Kata Kunci : Militer, Jepang