Laporkan Masalah

Guangdong: Model Pembangunan Ekonomi Politik Pintu Terbuka Cina

MUTTAQIN, Alif, Alif Muttaqin

2005 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Terbukanya kran demokrasi di Indonesia membawa dampak terhadap dinamika kehidupan sosial masyarakat. Pola pergerakan sosial pun menjadi dinamis dan banyak bermunculan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Indonesia. Salah satu kota yang menjadi barometer pergerakan sosial ialah Yogyakarta. Tidak ada data pasti tentang jumlah OMS di Yogyakarta. Diperkirakan jumlah OMS di Yogyakarta lebih dari 100 OMS. Pada kenyataannya, dinamika keberlangsungan dari OMS tersebut pasang surut. OMS mudah dibentuk dan mudah bubar. Jumlah OMS yang sangat banyak tersebut memiliki kontribusi dalam pembentukan jejaring OMS. Alasan utamanya ialah untuk memperkuat pergerakan sosial secara luas. Banyaknya isu dan kepentingan yang ada memunculkan tidak hanya satu jejaring OMS. Jumlah jejaring OMS pun kemudian menjamur, mudah dibentuk, dan mudah juga bubar. Penelitian ini memetakan pola jejaring OMS di Yogyakarta, dengan sampel penelitiannya: AJI Damai, Forum LSM, dan JPY. Pemilihan ketiga jejaring OMS tersebut berdasarkan karakteristik yang berbeda satu sama lain. Penelitian ini menggunakan mix-method (kuantitatif dan kualitatif). Subjek penelitian ini yaitu OMS partisipan di ketiga jejaring tersebut, yang berpartisipasi dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengolahan & analisis data, yaitu data kuantitatif diolah melalui statistik dengan SPSS software untuk teknik analisa deskriptif dan inderences statistic, data kualitatif menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif dengan menggunakan atlas.ti, dan PAJEK software untuk SNA (Social Network Analysis). Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu tingkat transfer pengetahuan, tingkat interaksi sosial, dan tingkat efektivitas kerja-kerja di jejaring OMS. Fokus penelitian ini ialah bagaimana korelasi di antara ketiga variabel tersebut dalam dinamika di masing-masing jejaring OMS. Tidak semua variabel memiliki asosiasi yang sama di ketiga jejaring OMS. Dinamika dan karakteristik di masing-masing jejaring OMS mempengaruhi hubungan tersebut. Mayoritas tingkat efektivitas kerja-kerja jejaring pada ketiga jejaring OMS tersebut tergolong tinggi. Tingkat interaksi sosial pada ketiga jejaring OMS tersebut tergolong sedang. Hal tersebut menggambarkan bahwa partisipasi masih menjadi problematika tersendiri di ranah pergerakan sosial di Yogyakarta. Tingkat transfer pengetahuan yang tergolong tinggi, ternyata belum mampu melahirkan strategi-strategi baru dalam pergerakan sosial, sehingga muncul kecenderungan posisi OMS berada pada titik jenuh akan pergerakan sosial. Kata kunci: Jejaring OMS, Transfer Pengetahuan, Interaksi Sosial, Efektivitas Kerja-Kerja Jejaring OMS

Kata Kunci : Ekonomi Politik, Cina


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.