Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Desa; Faktor-faktor yang mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman
PRATIWI, Deny, Deny Pratiwi
2006 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Program i‐SUF merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Kota Surakarta dalam upaya pengentasan kawasan permukiman kumuh dan dikelola oleh Badan Layanan Usaha Daerah Griya Layak Huni dengan dukungan dana dari UN Habitat. Program yang ditujukan pada masyarakat berpenghasilan rendah ini memiliki dua jenis layanan yaitu bantuan teknis dan penguatan kredit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) seberapa jauh efektivitas implementasi program i‐SUF dan (2) faktor‐faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas implementasi program i‐SUF. Efektivitas sendiri merupakan salah satu kriteria evaluasi yang berkenaan dengan apakah suatu alternatif mencapai tujuan dari diadakannya tindakan. Sementara itu tujuan dari program ini yaitu membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni dengan membuka akses pada layanan keuangan sehingga akan meningkatkan produktivitas dan kapasitas masyarakat dalam mengupayakan kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi program i‐ SUF masih rendah. Hal ini nampak pada masih kecilnya cakupan program, dimana rasio antara warga yang menerima bantuan melalui program i‐SUF masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah warga yang menempati rumah tidak layak huni. Akses masyarakat terhadap layanan program i‐SUF juga masih terbatas karena terkendala oleh keterbatasan masyarakat dalam memenuhi persyaratan. Partisipasi masyarakat berupa keterlibatan dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan setiap tahapan program masih relatif terbatas terutama ketika prosedur layanan sudah melibatkan pihak lembaga keuangan. Rendahnya efektivitas implementasi program i‐SUF berkaitan dengan beberapa faktor yang mempengaruhi, yakni: (1) Karakteristik organisasi pelaksana; (2) Karakteristik treatment program yang belum dapat menjawab permasalahan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni; (3) Persepsi target sasaran dimana komitmen masyarakat masih rendah dan kurang memprioritaskan kebutuhan akan rumah layak huni dan (4) Daya dukung stakeholder. Penulis merekomendasikan beberapa hal antara lain kerjasama dengan lembaga keuangan berbentuk koperasi, menginisiasi program yang bersinergi dengan SKPD lain yang bertujuan pengentasan kemiskinan dan penerapan pembiayaan berbasis swadaya masyarakat dengan membangun mekanisme pembiayaan mereka sendiri melalui kegiatan simpan pinjam. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan Publik, Pembiayaan Perumahan, Pengentasan Kawasan Kumuh
Kata Kunci : Pembangunan Masyarakat