Aktivitas Badan Kepegawaian Daerah Kota Yogyakarta Dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia Dalam Era Otonomi Daerah
PRAMUDITA, Pramudita
2005 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Di penghujung tahun 2010, pada Minggu 12 Desember di Martapura, Kalimantan Selatan telah terjadi peristiwa yang bersejarah terutama bagi rakyat Banjar. Kesultanan Banjar berdiri. Kesultanan Banjar telah dipulihkan kembali setelah tenggelam hampir 150 tahun silam. Kebangkitan kembali Kesultanan Banjar ini disimboliskan melalui penobatan HG Khairul Saleh sebagai Raja Muda Banjar. HG Khairul Saleh yang juga menjabat sebagai bupati kabupaten Banjar (Martapura) itu juga digadang-gadang akan mengincar “kerajaan” Kalimantan Selatan pada “penobatan” di pemilukada Kalsel 2015 yang akan datang. Topik ini menjadi bahan pemberitaan di media-media massa baik elektronik (termasuk internet) maupun cetak, lokal dan nasional hingga mancanegara yang ikut serta menyebarluaskan kabar peristiwa bersejarah ini. Hal ini menjadi menarik sebagai topik penelitian di bidang komunikasi. Di antara media-media pengabar itu, adalah media cetak lokal suratkabar Banjarmasin Post dan Media Kalimantan. Kedua media cetak lokal ini sama-sama memberitakan peristiwa penobatan HG Khairul Saleh sebagai Raja Muda Banjar, namun terdapat perbedaan dalam sudut pandang pemberitaannya, yang mungkin disebabkan oleb beberapa faktor yang dalam penelitian ini juga akan berusaha diungkapkan, selain tugas pokok penelitian ini yakni untuk mengetahui bingkai berita yang digunakan oleh kedua media cetak di atas dalam pemberitaan ini dan kemudian mengkomparasikannya. Penelitian ini ingin menunjukkan bagaimana suratkabar Banjarmaisn Post dan Media Kalimantan dalam membingkai peristiwa perayaan penobatan HG Khairul Saleh sebagai Raja Muda Banjar pada pemberitaan-pemberitaannya. Pemberitaanpemberitaan di kedua suratkabar itu terdapat pada periode terbit edisi antara tanggal 6 – 15 Desember 2010. Penelitian ini adalah penelitian yang sifatnya kualitatif yang berada pada lingkup paradigma konstruktivisme. Penelitian ini menerapkan teori bingkai dan juga sekaligus menggunakan metode analisis bingkai (framing) yang diperkenalkan oleh William A. Gamson dan Andre Modigliani. Teori bingkai ini mengatakan bahwa berita tentang suatu peristiwa itu sajikan dalam bingkai tertentu sebagai kemasan (package), yakni dengan menekankan pada aspek tertentu seraya menekan aspek lainnya agar berita termaknai sesuai kemasan yang diusung itu. Penyeleksian, penonjolan, peredaman, dan pertautan adalah beberapa strategi yang digunakan dalam pembingkaian. Analisis data dengan menggunakan analisis bingkai Gamson dan Modigliani mengatakan bahwa bingkai adalah ide sentral yang dibangkitkan oleh dua perangkat analisisnya, yakni perangkat pembingkai (framing devices) yang tugasnya mendeteksi teks berita; dan perangkat penalaran (reasoning devices) yang tugasnya menalar dari hasil deteksi perangkat pembingkai. Perangkat pembingkai terdiri dari elemen-elemen pendeteksi: pengkiasan, frase mencolok, pelabelan, acuan lain, dan tampilan visual. Perangkat penalaran terdiri atas elemen-elemen penalar: alasan/bukti pembenar, seruan prinsip/pemikiran, dan konsekuensi.
Kata Kunci : Sumber Daya Manusia; Otonomi Daerah