Senjata Ringan dan Kaliber Kecil Ilegal dan Penyebarannya di Asia Tenggara
PRATOMO, Kurniawan Wishnu, Kurniawan Wishnu Pratomo
2004 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalAXE merupakan produk perawatan tubuh bagi kaum laki-laki dari Unilever. Iklan AXE ini selalu menampilkan perempuan-perempuan cantik dan juga laki-laki ideal untuk menjadi ikon produknya. Iklan dalam produk AXE ini mencoba mengkonstruksi makna perempuan dalam sebuah realitas media iklan untuk mempengaruhi realitas dalam masyarakat terhadap pencitraan perempuan. Penggunaan model perempuan dalam iklan tersebut ternyata memuat banyak ideologi yang secara sengaja ditampilkan secara implisit oleh pihak pengiklan. Fenomena inilah yang akhirnya mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang bagaimana pemaknaan perempuan dalam tayangkan iklan AXE Effect versi “harga minim” di televisi swasta Indonesia yang di tayangkan pada akhir tahun 2009-2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode semiotika dari Roland Barthes dengan memberikan gambaran tentang keadaan atau status fenomena pencitraan perempuan pada masyarakat melalui iklan parfum AXE versi “harga minim‟, dan dalam membedah konstruksi makna perempuan yang dibangun oleh media iklan televisi. Dengan menggunakan pendekatan konstruksi social atas realitas Peter L. Berger dan Thomas Luckman yang membawa analisis kepada konstruksi makna yang juga berkaca pada fenomenologi oleh Alfred Schutz tentang pembentukan makna oleh realitas social yang terkonstruksi. Dengan analisis semiotika ini dapat membantu penulis dalam menemukan maknamakna teks yang tersembunyi dalam deskripsi iklan yang meliputi aspek visual dan verbal pada iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan iklan AXE dalam penayangannya memperlihatkan bahwa iklan AXE ini mengkonstruksi makna perempuan dalam pembentukan karakter perempuan yang berdasarkan atas kesukaan kaum laki-laki dengan semua yang terlihat seksi, sensual dan sederhana, bahkan dengan hal-hal yang terlihat “minim” akan lebih menarik perhatian. Perempuan selalu digambarkan sebagai objek dalam tayangan sebuah iklan yang didalamnya terdapat elemen yang menonjolkan sisi perempuan mulai dari tubuh hingga wajah cantiknya sebagai pembawa pesan produk. Sehingga, membentuk ideologi yang terlihat adalah gaya hidup , citra identitas perempuan dalam kelas sosial dan pengukuhan niai-nilai patriarkhi. Hal ini merupakan hasil dari konstruksi media iklan televisi atas pemaknaan perempuan di dalam iklan produk laki-laki. Kata kunci: 1. Konstruksi makna 2. Citra perempuan 3. Semiotika R. Barthes
Kata Kunci : Senjata