Laporkan Masalah

Reformasi Perekonomian Kuba Pasca Runtuhnya Uni Soviet Periode 1992-2002

PERTIWI, Inten, Inten Pertiwi

2004 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Program desa mandiri pangan merupakan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat. Program tersebut dibuat dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Kemiskinan merupakan jalur bagi kerawanan pangan yang berakibat pada ketidakstabilan kondisi ketahanan pangan. Program desa mandiri pangan mulai diselenggarakan pada tahun 2006 dan Desa Selopamioro merupakan salah satu desa yang terpilih untuk mendapatkan program desa mandiri pangan karena lebih dari 50 persen penduduknya dikategorikan miskin. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan untuk menjawab permasalahan sejauhmana efektivitas program desa mandiri pangan di Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul dan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi efektivitas tersebut dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan analisis data dari hasil observasi, wawancara mendalam dan dokumen-dokumen yang diperoleh selama penelitian menunjukkan bahwa program desa mandiri pangan yang dilaksanakan di Desa Selopamioro belum efektif. Kondisi tersebut disebabkan oleh karena pemberdayaan masyarakat tidak berjalan sesuai harapan. Peran masing-masing lembaga masyarakat Tim Pangan Desa (TPD) dan Lembaga Keuangan Desa (LKD) yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan program belum optimal serta tidak adanya peningkatan usaha produktif yang dikelola kelompok yang mengakibatkan pada jumlah penerima manfaat yang tidak bertambah sampai tahap akhir pelaksanaan program. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : karakteristik masyarakat, komitmen pemerintah, dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Kata Kunci : Evaluasi Kebijakan Publik, Desa Mandiri Pangan, Pemberdayaan Masyarakat

Kata Kunci : Ekonomi, Kuba


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.