Laporkan Masalah

Kekalahan Jean-Marie Le Pen dalam Pemilihan Umum Presiden Perancis Tahun 2002

EFFRIYANTO, Dedi,

2005 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Peran perempuan dalam pembangunan terus mengalami pergeseran banyak studi dan menjadi semakin penting maka peran perempuan dalam pembangunan masyarakat baik di perkotaan maupun dipedesaan perlu ditingkatkan, terutama dalam menangani berbagai masalah social dan ekonomi yang diarahkan pada pemerataan hasil pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Harus diakui bahwa upaya pemberdayaan perempuan tak semudah katakata yang meluncur dalam berbagai forum kegiatan seperti seminar, lokakarya, atau talk show. Banyak kendala yang membelenggu pemberdayaan perempuan, sehingga upaya untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan agar setara dengan kaum laki-laki, belum sepenuhnya bisa terwujud. Pemberdayaan perempuan merupakan tuntutan hak asasi manusia. Ketika paradigma pembangunan ditekankan pada pentingnya manusia dan nilai-nilai kemanusiaan, maka mau tidak mau perhatian terhadap kebutuhan kaum perempuan menjadi agenda penting bagi Negara. Pentingnya peran perempuan dalam partisipasi pembangunan walaupun peranan penting dari perempuan itu hanya dalam keluarga, tetapi justru rumah tangga itulah merupakan inti yang terpenting dari pada masyarakat. Khususnyapendidikan dari generasi yang sedang berkembang sebagian terbesar menjadi tugas perempuan, karena dialah yangmembimbing si anak pada langkahlangkah pertama dalam hidupnya.Kemajuan suatu bangsa atau Negara tidak terlepas dari peranan perempuan, apabila peran perempuan dalam pembangunan bagus maka akan maju dan baguslah Negara tersebut, termasuk peranan perempuan di Parlemen Nasional dan perempuan juga harus membuka wawasan melalui berbagai cara, dan salah satunya adalah partisipasi perempuan dalam legislatif untuk memperdebatkan anggaran yang dialokasikan ke program-program untuk kebutuhan perempuan. Realita menunjukkan bahwa upayapemerintah untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan, belum mencapai hasil yang optimal. Untuk dapat melibatkan secara optimal peran serta kelompok perempuan, yang secara kuantitas dan kualitas dianggap masih rendah padahal merupakan sumber daya manusia yang potensial, diperlukan sebuah upaya yang nyata dan berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan. Dalam berbagai bidang, kurangnya partisipasi kaum perempuan dalam berbagai kegiatan selama ini, lebih disebabkan oleh adanya hambatan cultural yang berasal dari konstruksi nilai-nilai social yang berlaku dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Parlemen Nasional Timor Leste dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan kualitatif. Didalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer ini dapat diolah dari hasil yang diamati, wawancara, observasi langsung dan survey yang dilakukan peneliti. Data sekunder dapat diolah dari hasil document, laporan pemerintah yang diajukan kepada Parlemen nasional, majalah arsip dan document resmi lainnya yang digunakan untuk mengetahui partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan anggaran tahunan pembangunan. Hasil penelitian ini belum membuktikan tentang partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan anggaran tahunan pembangunan, karena anggota parlemen nasional perempuan dalam perdebatan anggaran tahunan pembangunan mereka mempertahankan dengan idenya atau argumennya masing-masing, dan dapat dilihat oleh peneliti lebih mementingkan pada partainya, walaupun partai oposisi memberikan masukan ide untuk membangun tetapi partai koalisi tidak menerima ide tersebut, karena anggapan mereka ide ini dari partai oposisi. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan anggaran tahunan pembangunan adalah budaya politik ini langsung mempengaruhi kehidupan politik dan menentukan keputusan nasional yang menyangkut pola pengalokasian, oleh karena itu budaya politik merupakan persepsi manusia, pola sikapnya terhadap berbagai masalah politik dan peristiwa politik terbawa pula kedalam pembentukan struktur dan proses kegiatan politik di Parlemen Nasional. Budaya politik perempuan Timor Leste masih kurang kuatnya komitmen dan komunikasi para anggota legislatif untuk mengusut kebutuhan kaum perempuan Timor Leste sehingga menjadikan tidak optimalnya fungsi dalam pengambilan keputusan secara politik, dan sumber daya manusia atau anggota parlemen nasional, masalahnya bukan semata-mata pada tingkat pendidikan formal para anggotanya, tetapi terutama pada tingkat pemahamannya kepada rakyat (terhadap aspirasinya, kebutuhannya dan masalahnya), tingkat keberanian untuk memperjuangkannya secara proporsional serta memperoleh kepercayaan masyarakat.

Kata Kunci : Pemilihan Umum - Perancis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.