Laporkan Masalah

Tinjauan Pembentukan Rejim Protokol Kyoto: Aplikasi Model Young dan Osherenko Tahun 1993

ARIANTI, Ni Komang,

2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional adalah mencapai tujuan MDGs, yaitu target ke 5, yaitu menurunkan angka kematian ibu hingga tiga-perempat dalam kurun watu 1990-2015. Perilaku ibu bersalin dalam memilih penolong persalinan bisa dipengaruhi oleh faktor predisposing (pengetahuan, pendidikan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilayai budaya), Faktor enabling (pendapatan keluarga, ketersediaan waktu, fasilitas kesehatan), faktor reinforcing (sikap petugas, orang tua). Pada tahun 2010 cakupan persalinan yang ditolng oleh tenaga kesehatan 339 ibu bersalin (75,8%), ke dukun bayi 9 ibu bersalin (2%), ke mitra nakes 37 ibu bersalin (8,4%), dan 62 ibu hamil (8,4%) tidak terdeteksii oleh petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Batu Basa. Salah satu penyebab kematian ibu adalah persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan yang tidak berkopeten. Bidan beserta dukun bayi mempunyai peran serta membantu persalinan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat lebih memilih pertolongan persalinan ke dukun bayi dibandingkan mengunakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah (JAMKESMAS, JAMKESDA, dan JAMPERSAL) di Kabupaten Padang Pariaman?. Berdasarkan dari beberapa teori tentang pelayanan publik dan perilaku kesehatan, serta pelayanan kesehatan, maka kerangka konsep penelitian ini di fokuskan kepada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemilihan pertolongan persalinan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang disajikan secara deskriftif, maka informenya adalah ibu yg bersalin kedukun, dukun yang membantu persalinan, bidan desa, petugas KIA dan Kepala Puskesmas Batu Basa. Data dikumpulkan dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan dokumendokumen yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan kerangka konsep tersebut, penelitian ini menarik kesimpulan bahwa : (1) keberadaan modal sosial mampu meningkatkan preferensi ibu hamil untuk melakukan proses persalinan mengunakan dukun. Hal ini menunjukan bahwa faktor sosial di masyaraat memiliki peran besar dalam menentukan pemilihan penolong persalinan (2) lokasi penempatan bidan desa tidak terletak di tengah-tengah pemukiman masyaraat, hal tersebut menunjukan kurang adanya pemerataan pelayanan. Berdasarkan dari kesimpulan tersebut, penelitian ini mengusulkan saran bahwa untuk penempatan bidan desa diiringi dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kata kunci: Layanan Persalinan, Tradisional, Moderen, Kesehatan, Perilaku Masyarakat

Kata Kunci : Perjanjian Internasional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.