Tentara Anak dalam Perspetif Hukum Internasional: Studi Kasus Tentara Anak Liberation Tiger of Tamil Eelam Sri Langka
DEWI, Ita Mutiara,
2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalKemunculan modal sosial di tengah masyarakat yang mulai surut semangatnya seperti rasa kebersamaan, kegotong-royongan, toleransi, mapun rasa saling percaya merupakan fenomena yang menarik untuk diteliti. Bertahannya semangat modal sosial seperti yang terjadi di wilayah RW 13 Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi membuat peneliti tertarik untuk mendeskripsikan kemunculan modal sosial di masyarakat RW 13 Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, mendeskripsikan penyebabnya dan mendeskripsikan bagaimana modal sosial bisa berfungsi dalam mengatasi persoalan masyarakat yang tidak dapat dipecahkan sepenuhnya oleh pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan bahwa masyarakat RW 13 Kelurahan Subangjaya Kota Sukabumi telah memiliki semangat modal sosial yang cukup kuat dan telah ada secara alamiah sejak dulu dan telah turun temurun, sehingga sangat mudah untuk digerakkan. Kekuatan modal sosial di RW 13 lebih dipengaruhi oleh tingkat homogenitas masyarakat RW 13 yang masih kental. Selain itu kepemimpinan juga berkorelasi positif terhadap kemunculan modal sosial di RW 13. Konsep keteladanan dalam eksistensi modal sosial hanya efektif jika diterapkan pada masyarakat dengan relasi primer di unit sosial yang kecil dan terbatas (primary social relation) seperti di tingkat RW dan RT dan akan menemui kesulitan jika diterapkan pada komunitas yang lebih besar. Di sisi lain, kepemimpinan yang baik membawa efek negatif, dimana kualitas modal sosial masyarakat menjadi tergantung terhadap kualitas pemimpin dalam aksi kolektifnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada pemerintah kelurahan, kecamatan dan kota/kabupaten dalam menjalankan programnya di wilayah transisi dari rural ke urban dilakukan melalui pendekatan terhadap para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, harus transparan dalam pertanggungjawaban kepada masyarakat, dan melibatkan secara langsung masyarakat dalam program atau kegiatan tersebut. Kepada tokoh masyarakat bersama-sama masyarakat membangun karakter yang kuat setiap individu masyarakat RW 13 mulai dari keluarga masing-masing untuk saling peduli, tolong menolong dalam kebaikan, musyawarah dalam mengambil keputusan, bertindak jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan, altruism, dan rasa tanggungjawab terhadap setiap hasil yang dicapai secara akuntabel dalam kehidupan sehari-harinya demi eksistensi modal sosial dan tidak tergantung pada keberadaan seorang pemimpin. Kata Kunci: modal sosial, masyarakat, rukun warga
Kata Kunci : Militer - Sri Langka