Laporkan Masalah

Intervensi Amerika Serikat Dalam Kudeta Terhadap Presiden Hugo Chaves Frias

YANTI, Novi, Novi Yanti

2004 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Dibalik kesuksesan pemerintah negeri ini dalam membatasi kelahiran tetap saja ada ekses negatif yang dirasakan masyarakat khususnya kalangan perempuan. Tanggung jawab untuk membentuk keluarga sejahtera termasuk urusan membatasi jumlah anak, bukan hanya di pundak istri. Penelitian ini akan menganalisa factor-faktor yang menyebabkan meningkatnya partisipasi masyarakat di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul. Aktor yang menjadi agen perubahan adalah kelas menengah. Representasi kelas menengah memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah akseptor KB Pria. Alasan memilih ikut KB karena tuntutan ekonomi dengan anak berjumlah tiga sampai empat orang terasa memberatkan. Tingginya biaya hidup dan pendidikan bagi anak-anak mereka telah menggiring kesadaran mereka untuk tidak menambah jumlah anak. Selain itu, istri mereka sudah merasa lelah karena munculnya efek kurang baik dari alat kontrasepsi yang dipergunakan mereka. Paguyuban KB Pria Pria Mulyo di Kecamatan Dlingo sampai saat ini tercatat ada 85 akseptor aktif, mereka tertarik ikut KB pria setelah diberi penjelasan bahwa vasektomi tidak sama dengan dikebiri dan tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan badan mereka. Pencapaian akseptor KB pria di kecamatan tersebut masih didominasi masyarakat kelas menengah. Citra merupakan representation, sebuah “kebangkitan” yang dipahami sebagai sebuah “pengalaman yang pernah hidup”. Pada pengertian ini, bagaimana citra kolektif tersebut mengkonstruksikan citra dari individu. untuk tunduk pada citra kolektif. ini dapat dilihat pada kasus bagaimana akseptor KB pria dipilih untuk menjadi identitas dari kelas menengah. kesadaran gender sebagai penghargaan atas hak reproduksi wanita itu dianggap salah satu sebagai representasi dari kelas menengah. Untuk melayani keinginan dan kebutuhan pria yang akan menjalani MOP, Pemerintah selain faktor teknis harus pula memperhatikan factor social budaya untuk itu perlu mensinergikan antara tiga factor untuk mensukseskan dan meningkatkan partisipasi pria dalam program MOP yaitu faktor predisposing (umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap, persepsi, nilai-nilai sosial budaya), faktor enabling (akses pelayanan KB pria) dan faktor reinforcing (sikap istri, praktik istri, sikap teman, praktik teman) Kata Kunci : KB Pria ; Partisipasi ; Representasi, Kelas Menegah ; Faktor Predisposing, Enabling, Dan Reinforcing

Kata Kunci : Hubungan Internasional, Amerika Serikat, Bolivia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.