Proses Renasionalisasi Sektor Industri Perminyakan di Venezuela Era Pemerintahan Presiden Hugo Chavez (1998-2003)
AKBAR, Desfan,
2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPada era globalisasi sekarang ini ternyata korupsi masih menjadi ancaman serius bagi negara-negara dunia. Ini dikarena tingkat kerugian yang luar biasa, serta mengakibatkan kerugian mentalitas dan pemerataan pembangunan bagi negara-negara bersangkutan. Korupsi ternyata juga berkembang di Cina. Karakteristik korupsi di Cina memang berbeda dengan negara-negara lainnya, dimana korupsi di Cina dipengaruhi oleh sosio-kultural sebagai bagian dari sejarah masa lalu. Ini yang sekaligus menyebabkan sulitnya penanganan korupsi di Cina daripada di negara-negara lainnya di dunia. Sejak tahun 2002, prestasi penanganan korupsi di Cina berhasil ditorehkan. Ini dapat dilihat dari beberapa indikator utama yaitu meningkatnya indeks seperti yang dikeluarkan oleh TI (Transparency International), besarnya anggaran negara Cina yang berhasil diselamatkan, serta banyaknya pelaku (koruptor) yang berhasil ditindak. Keberhasilan Cina dalam menangani korupsi ternyata tidak lepas dari dua hal, yaitu penegakan hukum yang tegas dan egaliter serta penyederhanaan birokrasi. Kebijakan pertama adalah menyangkut penerapan hukum tanpa pandang bulu, apakah itu golongan elit-brokrat atau masyarakat biasa. Sebagian diantaranya dijatuhi hukuman mati. Inilah yang menyababkan terjadinya efek jera sehingga kasus korupsi-korupsi baru tidak lagi terulang. Kemudian kebijakan selanjutnya adalah penyederhanaan birokrasi. Makna penting kebijakan ini sebagai bagian penanganan korupsi di Cina adalah memutus tahapan-tahapan yang tidak perlu, dimana akhirnya ini berdampak positif bagi kemajuan ekonomi-politik Cina dan mempermudah pengawasan perizinan dan bentuk-bentuk birokrasi lainnya. Gambaran tentang dinamika korupsi di Cina, serta dua strategi di atas tentang penegakan hukum dan penyederhanaan birokrasi akan diulas secara mendalam pada karya penelitian ini.
Kata Kunci : Minyak - Venezuela