Laporkan Masalah

Mekanisme Oil For Food sebagai Bentuk Humanitarian Exemptions: Studi Kasus Sanksi Ekonomi PBB atas Irak 1996-2002

ALAMI, Athiqah Nur,

2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara baik di negara-negara berkembang maupun di negara-negara maju. Namun demikian, ada beberapa masalah umum yang dihadapi oleh pelaku UMKM, yaitu keterbatasan modal, kesulitan mendapatkan bahan baku, keterbatasan teknologi modern, sumber daya manusia (SDM) dengan kualitas yang baik, dan informasi khususnya mengenai pasar dan kesulitan dalam pemasaran, sehingga perlu dilakukan upaya pemberdayaan secara optimal agar UMKM dapat menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. LPPM UGM sebagai lembaga yang bertugas melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melakukan upaya pemberdayaan UMKM dengan melaksanakan Program Pengembangan UMKM. Program Pengembangan UMKM ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang dinamis dan lestari (dynamic sustainable enterprise). Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi Program Pengembangan UMKM yang dijalankan oleh LPPM UGM. Untuk melakukan evaluasi, penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh George C. Edward III. Dalam pandangan Edward III, keberhasilan implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat variabel, yaitu struktur birokrasi, sumber daya, komunikasi dan diposisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung dengan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, survey dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pengembangan UMKM yang dijalankan oleh LPPM UGM belum secara efektif meningkatkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang dinamis dan lestari. Realisasi dari 3 kegiatan pokok yang telah dilaksanakan hanya 2 kegiatan yang berhasil dilaksanakan dengan baik sedangkan satu kegiatan belum terlaksana dengan baik. Kegiatan pembentukan kelompok usaha dan layanan pembiayaan dapat terlaksana dengan baik, namun kegiatan pembinaan UMKM belum terlaksana dengan baik sehingga berpengaruh pada belum efektifnya program dalam mewujudkan tujuannya. Sedangkan faktorfaktor yang mempengaruhi belum efektifnya kinerja implementasi Program Pengembangan UMKM dalam meningkatkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang dinamis dan lestari ada 3 aspek, yaitu penerapan SOP yang belum dilaksanakan secara optimal, keterbatasan sumberdaya manusia, dan sosialisasi yang belum optimal. Bertolak dari hal tersebut, peneliti merekomendasikan beberapa saran perbaikan yang perlu dilakukan, yaitu penerapan SOP perlu dilakukan untuk semua jenis layanan pembiayaan Program Pengembangan UMKM, monitoring terhadap kemampuan UMKM dalam mencapai derajat usaha yang dinamis dan lestari perlu dilakukan untuk semua jenis layanan pembiayaaan Program Pengembangan UMKM, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan Program Pengembangan UMKM terutama unit kerja lain di UGM serta mengaktifkan kembali website tentang Program Pengembangan UMKM untuk meningkatkan sosialisasi program.

Kata Kunci : Hubungan Internasional - irak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.