Laporkan Masalah

Masalah Korupsi dalam Reformasi Ekonomi China: Sebuah Tinjauan Ekonomi Politik

CHANDRA, Fenny Puspita,

2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi formatif terhadap implementasi P2FM-BLPS pada KUBE Dasa Manunggal yang merupakan salah satu KUBE Teladan di Kabupaten Sleman. Evaluasi formatif P2FM-BLPS dalam penelitian ini meliputi 3 aspek yaitu: aspek sejauhmana P2FM-BLPS mencapai target kelompok sasaran yang tepat, aspek konsistensi dan kejelasan penyampaian pelayanan dengan spesifikasi desain program dan aspek pencapaian tujuan/ target formal setelah P2FM-BLPS diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengambil lokasi pada KUBE Dasa Manunggal yang berada di Dusun Balangan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Pertimbangan pemilihan KUBE ini dengan alasan KUBE Dasa Manunggal telah menerima P2FM-BLPS sejak tahun 2007 dimana program tersebut pertama kali dimulai. Informan penelitian sebanyak 14 orang, yang terdiri dari: pengurus dan anggota KUBE Dasa Manunggal (10 orang), pendamping desa (1 orang), pendamping kabupaten (2 orang) dan pendamping propinsi (1 orang) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P2FM-BLPS pada KUBE Dasa Manunggal masih belum sesuai dengan desain program yang tercantum dalam buku pedoman P2FM-BLPS. Target kelompok sasaran masih belum sesuai dengan kriteria P2FMBLPS. Aspek kejelasan dan konsistensi penyampaian pelayanan dengan spesifikasi program pada umumnya belum maksimal. Hal itu bisa dilihat dari aspek rumusan strategi intervensi dan aspek komponen kegiatan /instrumen kegiatan yang dipahami kurang jelas oleh kelompok sasaran. Selain itu, waktu pemberian bantuan modal usaha tidak tepat, pendampingan lebih bersifat administratif sedangkan pendampingan yang berkaitan dengan pengelolaan usaha masih kurang, dan manfaat adanya kegiatan monitoring evaluasi belum dirasakan fakir miskin. Aspek pencapaian tujuan/ target formal setelah P2FM-BLPS diterapkan masih belum tercapai yang dapat diketahui dari belum adanya peningkatan pendapatan, meskipun usaha KUBE Dasa Manunggal ada sedikit perkembangan maupun adanya peningkatan aktivitas sosial anggota KUBE Dasa Manunggal. Secara umum implementasi P2FM-BLPS masih perlu dilakukan perbaikan. Konsistensi dan kejelasan penyampaian pelayanan dengan spesifikasi dengan desain program memegang peranan penting sebagai upaya pemberdayaan fakir miskin, sehingga strategi intervensi perlu dilaksanakan oleh organisasi pelaksana maupun kelompok sasaran sampai dengan level kegiatan aplikatif dan tidak hanya sekedar pada kegiatan sosialisasi saja. Koordinasi pada organisasi pelaksana dalam hal ini Kementerian Sosial, dinas sosial propinsi, dinas sosial kabupaten perlu diperbaiki agar dalam pelaksanaan tidak saling menyalahkan sehingga pelaksanaan komponen kegiatan/ instrumen kegiatan benar-benar tepat waktu dan sesuai kebutuhan kelompok sasaran. Implementasi P2FM-BLPS juga perlu didukung oleh perjanjian kerjasama dengan pihak-pihak lain terutama dalam hal pemberian kesempatan pengembangan usaha KUBE, karena di lapangan ditemui fakir miskin sulit mengembangkan usaha KUBE disebabkan kebijakan lain yang tidak berpihak kepada mereka. Kata Kunci: Kemiskinan, Pemberdayaan sosial, KUBE

Kata Kunci : Korupsi - Cina


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.