Laporkan Masalah

Kebijaksaan Perancis Terhadap Nato Paska Perang Dingin

RENY Ariani,

2002 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Ada 2 (dua) masalah pokok yang menjadi obyek analisis dalam penelitian tentang fenomena ekonomi-politik di KAPET Biak-Papua ini, Pertama, hubungan kelembagaan (internal KAPET) dan hubungan antar BP. KAPET dengan pemerintah kabupaten hinterland dalam menindaklanjuti program Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia di era Otonomi Khusus Papua (berikut implikasi terhadap pemekaran daerah), terkait rencana strategis program pembangunan KAPET Biak 2006-2010. Kedua, bentuk perubahan kebijakan itu sendiri yang dilakukan oleh BP KAPET Biak (didukung atau tidak didukung oleh kebijakan pemerintah daerah),apakah mampu memacu program percepatan pembangunan di Papua secara berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Gambaran perubahan strategi kebijakan KAPET Biak pasca Otonomi Khusus Papua; (2) Faktor yang sangat mempengaruhi perubahan strategi kebijakan KAPET Biak dari tahun 2006 hingga tahun 2010 tersebut; dan (3) Model kebijakan alternatif yang tepat bagi terwujudnya kawasan unggulan terpadu pada KAPET Biak–Mimika di masa mendatang melalui upaya reformulasi kebijakan oleh BP KAPET Biak bersama Pemerintah Daerah kabupaten hinterland, sehingga pada akhirnya dijadikan sebagai model kebijakan situasional (belajar dari kasus terminasi kebijakan) sebagai upaya pengembangan alternatif kelembagaan KAPET yang baru. Hasil penelitian ini diharapkan memberi kontribusi bagi KAPET Biak-Mimika beserta Pemerintah Kabupaten hinterland dalam mengoptimalkan sumber daya alam sektor unggulannya serta pencapaian target peningkatan PAD di masing-masing kabupaten hinterland secara berkeadilan dan merata. Penelitian kebijakan ini mempergunakan metode deskriptif-eksploratif, dengan pendekatan kualitatif (studi kasus : time series “perjalanan” KAPET Biak berikut peran stakeholders-nya). Adapun teknik untuk menjaring data primer dan sekunder dilakukan dengan metode wawancara, observasi semi partisipan, dan studi dokumentasi agar dihasilkan informasi akurat tentang fenomena dari setiap objek penelitian sekaligus sebagai unit analisisnya, antara lain : permasalahan yang dihadapi KAPET Biak, potensi sektor unggulan, peluang investasi dan promosi serta peran aktor dalam proses reformulasi kebijakan model skenario yang strategis dalam pengembangan KAPET Biak-Mimika tahun 2006-2010 melalui revitalisasi kelembagaan KAPET, perencanaan tata ruang wilayah dan lingkungan yang disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat lokal Papua hingga implementasi kebijakannya. Alat analisis yang dipergunakan adalah : (a) analisis isi, (b) analisis situasional dan (c) analisis gap, serta aspek fisibilitas dalam menentukan model alternatif masa depan kelembagaan KAPET Biak-Mimika mendatang untuk direkomendasikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesadaran para stakeholders KAPET Biak dengan compliance-nya cukup baik, dengan melakukan upaya revisi master plan KAPET melalui survey potensi wilayah dan workshop FDG untuk penyusunan Renstra KAPET Biak-Mimika tahun 2006-2010. Perubahan strategi kebijakan BP KAPET Biak-Mimika lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor : (1) kompleksitas kebijakan (situasi problematis KAPET Biak terkait pemekaran wilayah); (2) kapasitas kelembagaan termasuk diskresi Gubernur Papua selaku Ketua BP KAPET Biak Mimika yang lebih terfokus pada program RESPEK-nya dan (3) lingkungan geografis. Gambaran ini dimaksudkan untuk mengungkap fenomena munculnya perubahan strategi dalam implementasi kebijakan sebagai upaya pengembangan KAPET Biak-Mimika. INTISARI Keyword : Reformulation-Implementation Policy, Actor-Beliefs, Strategic and Change

Kata Kunci : Kebijakan Perancis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.