Laporkan Masalah

Keberhasilan Gerakan People Power II Di Pilipina (Studi Kasus: Pemerintahan Presiden Joseph Ejercito Estrada Tahun 1998-2001)

DEWI Fitriany Tondrang,

2002 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini membahas mengenai konflik tanah ulayat antara masyarakat adat dengan perusahaan. Konflik Tanah Ulayat antara Masyarakat Adat Pasukuan Tanjung Nagari Manggopoh dengan PT. Mutiara Agam telah berlangsung dalam durasi yang lama. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengelola dan menyelesaikan permasalahan ini, mulai dari proses mediasi sampai dibawa ke ranah hukum. Proses resolusi konflik yang dilakukan selama ini dianggap gagal, karena belum mampu menciptakan perdamaian dan kesepakatan diantara masingmasing aktor yang berkonflik. Penelitian ini adalah studi kasus (case study), karena kasus konflik dalam konteks kekinian dan eskalasi konflik masih berlangsung hingga saat sekarang ini. Penelitian ini menggali secara sistematis informasi mengenai konflik tanah ulayat untuk mengetahui bagaimana potret konflik dan resolusi konflik yang dilakukan. Teori yang digunakan dalam memotret konflik secara keseluruhan adalah teori konflik, konflik sumber daya alam, konflik pertanahan, resolusi konflik, dan strategi resolusi konflik. Konflik tanah ulayat Pasukuan Tanjung Manggopoh dengan PT. Mutiara Agam telah berlangsung dalam durasi yang lama. Konflik semakin berlarut dikarenakan resolusi konflik gagal untuk mencapai konsensus sebagai pijakan dalam perdamaian sejati. Perbedaan yang mendasar antara hukum adat dengan hukum formal, perbedaan antara tradisi lisan dengan tradisi tulisan menjadi alasan kuat dalam melihat kegagalan resolusi konflik tanah ulayat. Hak-hak ulayat masyarakat adat secara lisan belum diakui dalam sistem hukum formal, dan Pemerintah tidak punya perangkat hukum yang jelas untuk meligitimasi hak-hak ulayat masyarakat adat tersebut. Diperlukan sebuah regulasi dari Pemerintah sebagai jembatan penghubung antara kedua kekuatan hukum tersebut. Secara garis besar potret konflik Tanah Ulayat Pasukuan Tanjung Manggopoh dengan PT. Mutiara Agam memiliki aktor yang kompleks. Banyak aktor dibawah permukaan aktor utama yang mereproduksi konflik baru sebagai dampak dari konflik utama yang berlarut-larut. Dinamika, eskalasi dengan durasi lama, dan kompleksnya aktor menjadikan konflik mengalami pergeseran isu dan membentuk struktur konflik yang berlapis. Isu semula konflik karena identitas yang terancam, bergeser menjadi konflik kepentingan sosial, ekonomi, dan politik dari keseluruhan aktor. Kata Kunci: Potret Konflik, Gagalnya Resolusi Konflik

Kata Kunci : Keberhasilan Gerakan People Power


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.