Hambatan Reunifikasi Korea Pasca KTT I Korea Juni 2000
RIZKA Maydita,
2002 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalGempa bumi tektonik yang melanda Provinsi D.I. Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 membawa dampak semakin meningkatnya jumlah penyandang disabilitas fisik di Provinsi D.I. Yogyakarta. kondisi ini mendorong pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta untuk membuat kebijakan sosial, salah satunya dengan membentuk Pusat Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat (PRTPC) di Pundong. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas melalui upaya rehabilitasi terpadu antara medis dan sosial. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program rehabilitasi terpadu penyandang disabilitas fisik di PRTPC dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan dengan menggunakan data kuantitatif yang diolah dari data sekunder. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi.sedangkan teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengeksplorasi data meliputi tinjauan permasalahan sosial, penyandang disabilitas fisik, kebijakan sosial dan pelayanan sosial serta faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program rehabilitasi terpadu di PRTPC yang meliputi tahap persiapan dan pembentukan satgas PRTPC yang bertugas mengawal dan mengkoordinasikan kegiatan rehabilitasi sebelum kelembagaan PRTPC terbentuk, dan tahap pelayanan rehabilitasi yang meliputi kegiatan rekruitmen, seleksi, penerimaan dan penempatan dalam program, pengasaramaan, rehabilitasi sosial, rehabilitasi medis di nilai masih rendah keberhasilnnya. Dari berbagai kegiatan pelayanan tersebut ditemukan bahwa proses rekruitmen yang dilakukan oleh pihak ketiga mengalami distorsi data. Proses seleksi juga dilakukan tanpa instrument yang jelas sehingga ketika tahap penerimaan, klien yang diterima tidak sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati. Aspek pengasramaan dari sisi fasilitas cukup memadai. Sedangkan rehabilitasi medis dilakukan hanya sebatas pemberian layanan kesehatan umum. Rehabilitasi sosial juga masih belum optimal karena beberapa kegiatan bimbingan dilaksanakan tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil klien bahkan kegiatan penyaluran dan bimbingan lanjut tidak dilaksanakan. Faktor-faktor yang diidentifikasi mempengaruhi terhadap implementasi program adalah belum adanya standar program yang jelas yang mengakibatkan kerancuan implementasi di lapangan. Faktor yang kedua adalah komunikasi yang masih minim antara stakeholder baik internal maupun eksternal stakeholder PRTPC. sedangkan faktor yang ketiga adalah sumberdaya yang terdiri dari kurangnya dukungan sumberdaya manusia baik secara kualitas maupun kuantitas, sarana prasarana sebagai dukungan positif yaitu aksesibilitas gedung dan peralatan kesehatan yang memadai, akan tetapi ada juga prasarana yang masih kurang seperti peralatan penunjang vokasional yang belum aksesibel dan belum adanya sarana penunjang seperti perpustakaan. Selain itu dukungan anggaran juga masih minim.
Kata Kunci : Hambatan Reunifikasi