Pilihan Kekerasan dalam Konflik Etnisdi Burundi
KURNIASIH, Retno, Retno Kurniasih
2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalProgram Pemberdayaan masyarakat melalui gerakan Wajib Tanam Kakao (GWTK) merupakan usaha Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam memberdayakan masyarakat di daerah pedesaan. Diharapkan program tersebut dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usahatani kakao, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan hasil pemberdayaan melalui program GWTK. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, maka digunakan metode deskriptif kualitatif unuk mendeskripsikan bentuk proses dan hasil pemberdayaan petani kakao di Kampung Imsar. Data yang diperoleh bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam terhadap informan kunci berdasarkan pedoman wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai instansi yang relevan dengan penelitian ini. Informan ditentukan sebanyak 25 orang yang berasal dari 3 kelompok, yakni pemerintah (3 orang), tokoh masyarakat yang terdiri dari tokoh adat (2 orang), tokoh perempuan (1 orang), tokoh agama (1 orang) serta petani kakao (18 orang). Analisis data dilakukan secara deskriptif, untuk menggambarkan bentuk, proses dan hasil pemberdayaan, serta peran dari pihak pemerintah, petani kakao (kelompok tani) serta tokoh-tokoh masyarakat yang terlibat langsung dalam program Gerakan Wajib Tanam Kakao. Hasil analisis menunjukan bahwa program GWTK telah memberdayakan petani kakao di kampung Imsar, hasil program ini adalah peningkatan pendapatan yang diperoleh dari peningkatan produksi biji kakao, selain itu petani telah mampu mengalokasikan pendapatan yang diperolehnya untuk mendapatkan sarana produksi lain yang akan digunakan dalam proses produksi berikutnya, selain itu pendapatan yang diperoleh juga telah dialokasikan untuk kegiatan konsumtif lainya seperti penddidikan dan sebagian lagi dapat disimpan. Pihak pemerintah, tokoh masyarakat, petani kakao dan kelompok tani, telah berperan dalam meningkatkan pendapatan petani kakao. Pemerintah berperan dalam hal pengembangan jaringan pemasaran biji kakao kering, bantuan sarana produksi dan teknik budidaya. Kelompok tani KUBE, berperan mengakomodir dan menjembatani kepentingan serta kebutuhan anggota petani dengan pemerintah terutama dalam hal akses sarana produksi pertanian dan modal usaha. Kata Kunci : Pemberdayaan, Petani Kakao, GWTK
Kata Kunci : Konflik, Burundi