Laporkan Masalah

Perkembangan Struktur Finansial Internasional; dari Hegemoni ke Pelembagaan Rezim

MAKHASIN, Luthfi, Luthfi Makhasin

2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Pluralitas dan multikulturalisme merupakan realita yang menjadi tantangan besar untuk dihadapi, realitas tersebut dapat menjadi potensi besar karena menambah khasanah dan kekayaan kehidupan, namun juga bisa menjadi persoalan besar manakala antar elemen dalam pluralitas dan multikuturalisme tersebut saling mengedepankan ego dan kemauannya untuk saling menguasai. Oleh karena itu, diperlukan sebuah konstruksi pendidikan mengenai pluralitas dan multikulturalisme. Pendidikan multikultural dalam sistem pendidikan di Indonesia menjadi sebuah keharusan agar peserta didik memiliki kepekaan dalam menghadapi gejala-gejala dan masalah-masalah sosial yang berakar pada perbedaan karena suku, agama, ras, etnis, status sosial, gender, dan tata nilai yang terjadi pada lingkungan masyarakatnya. Pendidikan multikultural harus segera dikenalkan dan dilaksanakan mulai sekarang. Masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana Proses Pendidikan Multikultural di Sekolah-sekolah Menengah Atas di Yogyakarta? Bagaimana Respon Siswa Terhadap Pendidikan Multikultural? Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA 1 Bopkri Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Alasan pemilihan lokasi penelitian karena sekolah-sekolah tersebut dianggap mewakili dan menggambarkan: Keragaman potret pendidikan di Yogyakarta, Potensi pluralitas dan multikulturalitas masyarakat pendidikan di Yogyakarta, Keberadaan kelompok-kelompok sosialkemasyarakatan berdasarkan suku, agama, ras, etnis, dan budaya di Yogyakarta. Hasil penelitian ini adalah, belum ada praktek pendidikan multikultural di tiga sekolah yang diteliti. Praktek pendidikan multikultural tidak dilaksanakan karena tidak ada aturan atau kurikulum khusus yang mengharuskan praktek pendidikan multikultural. Akan tetapi yang terjadi adalah praktek multikulturalisme, dimana praktek multikulturalisme terjadi secara alami karena masing-masing pihak menyadari akan eksistensi orang lain dengan latar belakang suku, agama, etnis, budaya, gender, status sosial, dan tata nilai yang berbeda. Praktek multikulturalisme yang terjadi adalah pembelajaran multikultural yang dilakukan guru serta interaksi sosial dan pergaulan multikultural yang dilakukan siswa dalam lingkungan sekolah. Melalui pembelajaran multikultural guru mampu memberikan pengertian dan pemahaman akan realitas multikultural dalam masyarakat dan bangsa Indonesia, guru juga mempunyai pengetahuan, pengalaman dan sikap yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran multikultural. Pada siswa, hasil pembelajaran multikultural terlihat dari kesadaran multikultural yang dimiliki siswa serta kemampuan untuk berinteraksi dan membangun pergaulan multikultural. Kesadaran multikultural adalah pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia yang multikultur. Kesadaran tersebut terwujud dalam kemampuan siswa dalam berinteraksi dan membangun pergaulan serta dalam mensikapi persoalan-persoalan kemanusiaan, dimana siswa mampu menempatkan diri dan bersedia menolong saudara-saudaranya tanpa memandang latar belakang yang berbeda. Sikap dan perilaku siswa tersebut merupakan wujud nyata hasil pendidikan multikultural yang diharapkan.

Kata Kunci : Keuangan Negara


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.