Etnisitas Sebagai Strategi Politik : Milosevic Dan Konflik Kosovo,1989-1999
NI PUTU Diami,
2002 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalBagi partai politik, pendidikan politik adalah salah satu usaha sadar dan tersistematisasi untuk memperkuat ikatan perjuangan politiknya kepada massanya agar mereka sadar mengenai peran dan fungsi serta hak dan kewajibannya sebagai warga negara pada umumnya dan anggota atau simpatisan partai pada khususnya. Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), salah satu media pendidikan politik terkini yang dianggap efektif, terutama menjelang Pemilu 2004, adalah media Internet, dalam hal ini website. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mendorong penggunaan website sebagai media pendidikan politik bagi kader perempuan PKS. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari website resemi PKS yang menampil-kan peran sebagai media pendidikan politik bagi kader atau simpatisan. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa PKS adalah salah partai politik yang aktif memakai media baru, dalam hal ini website, sebagai media pendidikan politik bagi kadernya. Dalam menyambut diwajibkannya pemenuhan kuota 30% bagi perempuan di lembaga legislatif, baik di pusat maupun di daerah, PKS lebih intensif menggunakan media ini sebagai media pendidikan politik, khususnya bagi kader perempuan PKS. Di tingkat nasional, PKS selalu menampilkan aspek-aspek pendidikan politik yang membangkitkan partisipasi kader perempuan di parlemen, demikian pula di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Yogyakarta. Di antara faktor yang mempengaruhi penggunaan website sebagai media pendidikan politik kader perempuan PKS adalah: (1) kader PKS banyak berasal dari kaum muda yang berpendidikan tinggi dan familiar dengan penggunaan website sebagai media informasi; (2) website adalah media komunikasi massa yang memiliki jangkauan sangat luas dan dapat diakses sewaktu-waktu asal ada koneksi Internet; (3) sosiali-sasi sudah dilakukan kepada kader PKS bahwa berbagai informasi yang berkaitan dengan kebijakan, program dan kegiatan DPW disampaikan melalui media, salah satunya website; dan (4) pembentukan jaringan solidaritas antara pendukung PKS terbukti efektif membangun opini publik mengenai partisipasi politik anggota dan simpatisan PKS. Walau belum dapat mencapai kuota 30% representasi perempuan PKS di lembaga legislatif, website dirasakan pengurus DPW Yogyakarta sebagai media pendidikan politik yang efektif, khususnya menjelang Pemilu 2004 ketika isu kuota 30% representasi perempuan di lembaga legislatif gencar diwacanakan. Kata kunci: media baru, website, komunikasi massa, media pendidikan politik, perempuan, PKS x
Kata Kunci : Etnisitas Sebagai