Negosiasi Perubahan Iklim dalam COP (Conference of the Parties) 3 Kyoto 1997
HAPSARI, Maharani, Maharani Hapsari
2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalTesis ini menjelaskan fenomena dowry murder sebagai salah satu bentuk kekerasan kontemporer terhadap perempuan di India. Dengan mengaitkan tradisi dowry dengan keterbukaan pasar India sebagai bagian dari proses globalisasi di era 1990-an, tulisan ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana proses globalisasi yang mendorong terbukanya India terhadap pasar global dan budaya global berdampak terhadap peningkatan kasus dowry murder . Dowry murder merupakan klimaks dari tindakan kekerasan yang ditujukan kepada perempuan karena dianggap tidak membawa cukup mas kawin berupa uang maupun barang-barang lainnya kepada keluarga sang suami. Budaya patriarki yang bersumber dari penafsiran salah satu kitab Hindu dianggap sebagai sumber dari tradisi dowry dan pembenaran atas tindakan kekerasan yang ditujukan kepada kaum perempuan di India. Konsumerisme yang berkembang sebagai akibat dari proses globalisasi menjadi faktor pendorong dari perubahan pada sistem dowry. Dowry yang dianggap oleh pihak laki-laki sebagai sebuah cara untuk mengumpulkan kekayaan menyebabkan berlangsungnya komodifikasi pernikahan. Tesis ini sebagai sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar master pada dari Program Pasca Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, diharapkan dapat digunakan sebagai pengetahuan yang berkaitan dengan isu kekerasan terhadap perempuan serta isu lain yang berkaitan dengan studi perdamaian. Kata Kunci : dowry murder, patriarki, globalisasi, konsumerisme, komodifikasi pernikahan
Kata Kunci : Politik, Jepang