Laporkan Masalah

Konflik Etnis Minoritas Russia di Estonia

WIBOWO, Dody, Dody Wibowo

2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Di pedesaan, kegiatan bertani merupakan ciri utama mata pencarian masyarakatnya. Sektor pertanian sangat penting, sebab sektor inilah yang paling diandalkan dalam menyerap tenaga kerja dan mengatasi pengangguran di Desa. Kondisi umum mata pencarian masyarakat Desa Tukuneno sebagian besarnya adalah petani lahan kering. Akan tetapi, adanya pertambangan batu mangan di wilayah tersebut membawa perubahan pada mata pencarian masyarakat. Masyarakat tidak lagi mengolah kebun karena lebih banyak waktu dan tenaga diarahkan pada penggalian batu mangan. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan alasan-alasan yang menyebabkan masyarakat berubah dari petani ke penambang tradisonal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif untuk mendalami, memahami serta menjelaskan fenomena yang terjadi. Data yang gunakan berasal dari para penambang sebagai sumber data primer serta pihak perusahaan, pihak pemerintah dan dokumen-dokumen sebagai sumber data sekunder. Data-data tersebut diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi yang menunjang tema penelitian ini. Desa Tukuneno termasuk dalam wilayah Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Wilayah ini memiliki luas + 5.348,00 ha/m2 dan merupakan topografi daerah dataran rendah dan berbukit. Jumlah penduduk pada tahun 2010 secara keseluruhan sebesar 3.318 jiwa. Potensi yang ada dalam wilayah Desa Tukuneno antara lain di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, industri rumah tangga dan pertambangan. Masyarakat Desa Tukuneno umumnya bermata pencarian sebagai petani. Jenis komoditas pertanian yang paling banyak diusahakan adalah jagung, padi dan tanaman pangan lainnya. Akan tetapi produksi pertanian mengalami penurunan setiap tahun. Dengan kondisi yang ada, masyarakat Desa Tukuneno yang umumnya adalah petani lebih memilih untuk mendahulukan kepentingan konsumsi dalam keluarga, dari pada menjual hasil pertanian yang mereka miliki untuk dapat meningkatkan pendapatan. Keberadaan tambang batu mangan telah menyedot begitu banyak perhatian masyarakat. Masyarakat yang terlibat dalam penggalian batu mangan umumnya adalah petani. Akibatnya, tidak saja lahan pertanian milik warga yang diubah menjadi lokasi pertambangan akan tetapi fenomena umum yang lebih menonjol adalah konsentrasi pekerjaan masyarakat yang mulanya ada pada pengolahan lahan pertanian, saat ini justru terkonsentrasi ke aktivitas penggalian batu mangan. Perubahan pola pekerjaan yang terjadi dalam masyarakat Desa Tukuneno sebagaimana yang dimaksud di atas dapat diketahui dari beberapa hal berikut yaitu, Penggunaan lahan, Porsi waktu bekerja dan tenaga yang dikeluarkan, Porsi waktu bekerja serta tenaga yang dikeluarkan dan Tingginya harapan masyarakat. Berdasarkan penelitian dan pembahasan, ada 4 (empat) hal yang menjadi penyebab terjadinya perubahan, yaitu pertama, hasil dari penggalian dan penjualan batu mangan lebih menjanjikan. Kedua, hasil pertanian tidak cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam keluarga. Ketiga, pendapatan usaha tani yang bersifat musiman. Keempat, terbatasnya lapangan pekerjaan di Desa. Kata kunci : Perubahan, Pertanian dan Pertambangan

Kata Kunci : Konflik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.