Kompetisi Antar Kelompok Kepentingan dalam Kasus Elian Gonzales
MUTMAINAH, Dian, Dian Mutmainah
2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalSeiring arus desentralisasi dan demokratisasi, kebijakan pembangunan di Nanggroe Aceh Darussalam juga mengalami perubahan. Mulai dari perubahan pada pemerintahan lokal, dari Desa menjadi Gampong, hingga perubahan pada pendanaan pembangunan. Dan wacana mengenai partisipasi muncul bersama perubahan tersebut. Dengan mengacu pada konsep partisipasi World Bank (1996) bahwa makna dasar dari partisipasi adalah “proses berbagi dan mengambil bagian dari…”, bagaimana implementasi model-model pendanaan pembangunan Gampong serta bagaimana implikasinya akan dikaji. Kajian dilakukan dengan mengupas unsur-unsur partisipasi, pihak-pihak yang terlibat dalam partisipasi, serta indikator dan derajat partisipasi dalam implementasi tiga model alokasi dana pembangunan di Gampong Batoh, yaitu Alokasi Dana Gampong (ADG), Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG), dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan; serta implikasi partisipasi masyarakat dalam implementasi tiga model alokasi dana pembangunan Gampong terhadap pembangunan Gampong Batoh. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi lapangan. Wawancara dilakukan lewat pertemuanpertemuan informal antara peneliti dengan responden, sedangkan observasi dilakukan pada hasil-hasil pembangunan. Hasil wawancara terlebih dahulu digunakan sebagai panduan untuk melakukan observasi, sebelum kemudian dilakukan crosscheck antara data hasil wawancara dengan data hasil observasi. Wawancara kembali dilakukan apabila terdapat ketidak-sesuaian antara data hasil wawancara dengan data observasi. Pengumpulan data diakhiri setelah unsur-unsur partisipasi, pihak-pihak yang terlibat dalam partisipasi, serta indikator dan derajat partisipasi telah dapat diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter partisipasi masyarakat Gampong Batoh dalam ketiga model alokasi dana pembangunan berbeda satu sama lain. Dalam ADG, unsur partisipasi yang meliputi keterwakilan dan keterlibatan tidak terpenuhi sehingga derajat partisipasi masyarakat berada pada tingkat informatif; dalam BKPG unsur keterwakilan terpenuhi sehingga derajat partisipasi masyarakt berada pada tingkat konsultatif; dalam PNPM MP terpenuhi seluruhnya sehingga derajat partisipasi masyarakat mengalami peningkatan dari tingkat konsultatif pada beberapa tahap menjadi ruang kewargaan pada tahap selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa selain dana dan waktu pelaksanaan program, pihak-pihak (aktor) yang terlibat dalam kegiatan pembangunan juga berpengaruh pada partisipasi masyarakat. Dana yang kecil, waktu yang pendek, dan aktor yang didominasi oleh aparat pemerintah gampong menjadikan tingkat partisipasi masyarakat dalam program ADG rendah. Peningkatan jumlah dana dan waktu yang lebih panjang, sebagaimana dalam program BKPG, juga tidak menjamin tingkat partisipasi masyarakat apabila aparat pemerintah gampong masih mendominasi. Pengaruh aktor terhadap partisipasi masyarakat kembali terlihat dalam program PNPM MP, yang mana keberadaan fasilitator beriringan dengan peningkatan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: Dana Pembangunan, Gampong
Kata Kunci : Hubungan Internasional