Hidropolitik dalam Hubungan Malaysia dan Singapura
ARIYANI, Beti,
2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalKrisis keuangan Thailand pada tahun 1997 menyebar melanda kawasan Asia Timur sebagai dampak globalisasi dan integrasi sistem keuangan dunia. Belajar dari pengalaman dan contangion effect krisis tersebut, negara-negara Asia Timur menyadari pentingnya stabilitas keuangan kawasan. Kerjasama ASEAN+3 yang beranggotakan negara-negara ASEAN, Jepang, China dan Korea Selatan memiliki tiga inisiatif penting yang terdiri dari Chiang Mai Initiative (CMI) sebagai sebagai mekanisme perlindungan diri, Economic Review and Policy Dialog (ERPD) sebagai proses ekonomi review dan Asian Bond Market Initiative (ABMI) sebagai pengembangan pasar obligasi regional. CMI bertujuan membentuk sebuah jaringan bilateral swap arrangement (BSA) antara negara-negara ASEAN+3 untuk membantu negara anggota yang mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek. Multilateralisasi CMI (CMIM) yang berdasarkan kontrak tunggal meningkatkan dukungan likuiditas menjadi US$120 miliar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis evolusi kerjasama, mengidentifikasi dan menganalisis hambatan dan manfaat (benefit) kerjasama keuangan dan moneter regional ASEAN+3. Penelitian ini membatasi cakupanya hanya pada kerjasama ASEAN+3 melalui pembentukan dukungan likuiditas jangka pendek melalui CMI/CMIM. Penelitian ini berdasarkan pada Vehicle Theory yang dikemukakan oleh Dieter (2000). Penelitian ini merupakan studi kualitatif untuk menggambarkan evolusi, hambatan dan manfaat (benefit) kerjasama keuangan dan moneter regional ASEAN+3. Penilaian kualitatif dilakukan terhadap data-data kuantitatif seperti data makroekonomi, volume perdagangan, investasi asing langsung antara negara-negara ASEAN+3. Hasil analisis menunjukan proses kerjasama keuangan dan moneter regional ASEAN+3 merupakan tahapan penting menuju intergrasi ekonomi Asia Timur dan melengkapi arsitektur keuangan intenasional. Terdapat lima hambatan dalam proses kerjasama keuangan dan moneter regional ASEAN+3 yaitu : (1) hambatan sejarah, (2) kepemimpinan, (3) disparitas ekonomi, (4) isntabilitas politik, dam (5) arsitektur keuangan internasional dan sistem nilai tukar. Manfaat (benefit) kerjasama keuangan dan moneter regional ASEAN+3 adalah antisipasi krisis di masa datang, peningkatan interdependensi, spillover kerjasama, dan memperbaiki hubungan China, Jepang dan Korea. Kata kunci : ASEAN+3, CMI, CMIM dan regionalisme.
Kata Kunci : Hubungan Internasional - Malaysia - Singapura