Laporkan Masalah

Gaiatsu dalam Proses Pembuatan Kebijakan di Jepang pada Masa Pemerintahan Koalisi 1993-1996

NUGROHO, Kristiyanto,

2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini mengkaji tentang strategi gerakan Hizbut Tahrir Indonesia dalam upaya membangun gerakan sosial di Yogyakarta pada pasca reformasi tahun 1998-2010. Tema ini dilatarbelakangi oleh geliat HTI di Yogyakarta dalam menginisiasi gerakan sosial dengan isu sentral gerakannya yakni Khilafah Islamiyah. Ide mendirikan khilafah tersebut sangat kontroversial di Indonesia, baik bagi umat Muslim terlebih lagi bagi non Muslim, karena khilafah dipandang sebagai sesuatu yang utopis. Penelitian ini menggunakan design studi kasus dengan lokus Propinsi Yogyakarta, karena propinsi ini dikenal sebagai propinsi yang dinamis dan tempat lahirnya berbagai organisasi gerakan Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi HTI membangun gerakan sosial di Yogyakarta yang dikerangkai dengan teori strategi membangun gerakan sosial. HTI sebagai gerakan Islam sedang membangun gerakan sosial, Gerakan sosial menghendaki aksi kolektif, dan HTI menuju pembangunan jaringan gerakan untuk menjadi aksi kolektif dalam mencapai tujuannya untuk menegakkan institusi Khilafah Islamiyah. Untuk tercapainya cita-cita membangun gerakan sosial yang akan memudahkan HTI untuk mencapai tujuan utamanya yakni menegakkan kembali Khilafah Islamiyah, maka HTI menggunakan strategi sebagai berikut: Pertama, membangun dan mobilisasi dukungan dengan tiga model. (a) Pola kaderisasi sebagai bentuk yang informal untuk memperbanyak kadernya di internal. Model kaderisasinya ada dua jenis, yakni secara terbuka (lisan dan tulisan) dan tertutup atau intensif. (b) Pola partisipan sebagai bentuk formal. Pada pola ini, HTI hanya melakukan kerja sama dengan organisasi-organisasi gerakan Islam sebagai bentuk adanya partisipasi organisasi lainnya terhadap gerakan HTI. (c) Membangun jaringan gerakan kepada instansi pemerintah/swasta, serta organisasi lainnya. Kedua, pembingkaian gerakan dengan idiom ‘kita- mereka’ sebagai bentuk pembangunan citra gerakan dan pembingkaian prognostik. Dalam pembingkaian prognostik, HTI mengajukan Islam sebagai solusi terhadap semua permasalahan dan menawarkan Khilafah Islamiyah sebagai suatu sistem bernegara. Selain kedua strategi tersebut, HTI juga menggunakan kesempatan politik yang ada di Indonesia terkhusus Yogyakarta yakni momen reformasi yang bermula dari jatuhnya Soeharto dan adanya sistem demokrasi dalam sistem politik di Indonesia yang menyebabkan HTI bisa dengan leluasa melaksanakan kedua strategi tersebut. Adapun gerakan sosial yang ingin dibentuk oleh HTI adalah gerakan sosial revolusioner, karena gerakan tersebut melakukan perubahan secara total dalam masyarakat yakni mendirikan Khilafah Islamiyah. Kata kunci: Strategi gerakan, inisiasi, Hizbut Tahrir Indonesia, dan gerakan sosial.

Kata Kunci : Hubungan Internasional - Jepang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.