Berakhirnya Rezim Kerjasama Pembatasan Sistem Anti Rudal (ABMT 1972) : Eksplanasi Neorealis Dan Neoliberal
ARI Susanto,
2002 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalTesis ini menganalisis tentang aksi – aksi perjuangan masyarakat petani Singkoyo melawan sebuah kekuasaan ekonomi yang didukung oleh kebijakan pemerintah. Penelitian ini penting dilakukan sebab pergerakan masyarakat petani adalah upaya memperjuangkan kepentingan dan keberadaan yang di diskriminasikan dalam sistem kemitraan pengelolaan perkebunan sawit di PT Kurnia Luwuk Sejati. Kedepannya diharapkan penelitian ini dapat menjadi kontribusi bagi gerakan – gerakan sosial dan keterlibatan (partisipasi) masyarakat sehingga terjadi perubahan pola – pola pembangunan yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat. Penelusuran proses pergerakan masyarakat petani Singkoyo dilakukan dengan mengunakan teori contentious politic yang mampu menjelaskan secara konverhensif proses dan bentuk – bentuk stategis pergerakan. Penelitian ini menelusuri bagaimana proses dan dinamika strategis pergerakan. Bagaimana organisator gerakan mampu memobilisasi massa, memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada (struktur kesempatan) dan memframing pemikiran secara umum, untuk terlibat dalam pergerakan yang bertujuan untuk merubah sebuah kondisi yang mendiskriminasikan masyarakat petani Singkoyo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat eksploratif dengan menelusuri secara mendalam proses pergerakan masyarakat memposisikan keberadaan dan kepentingan mereka dalam program pengembangan perkebunan kelapa sawit. Penelitian didahului dengan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan objek penelitian seperti pengumpulan data melalui observasi dan wawancara secara mendalam. Kemudian data-data yang dikumpulkan dianalisa dan dirangkai menjadi suatu hasil penelitian. Dengan mengunakan logika contentious politics, penelitian ini menyimpulkan bahwa pergerakan masyarakat petani Singkoyo melawan kekuasaan ekonomi diupayakan dengan berbagai bentuk perlawanan untuk memperkuat posisi tawar masyarakat dalam sistem kemitraan pola inti plasma. Organisator gerakan memobilisasi massa dengan memanfaatkan peluang otonomi daerah, isu demokratisasi, pemilihan Kepala Daerah dan membingkai kejadian – kejadian kontemporer sehingga menimbulkan kepercayaan publik. Pergerakan masyarakat petani dilakukan dengan perjuangan secara konvensional atau formal (demonstrasi, mediasi, arbitrasi, konsolidasi dan legalisasi) dan secara inkonvensional atau mengamuk (pendudukan, sabotase dan tindakan destruktif) . Proses perjuangan yang dilakukan mendorong respon dari aktor – aktor pemerintah dan swasta (perusahaan) dengan berbagai motif kepentingan. Secara teoriritik penelitian ini juga mengambarkan bekerjanya teori proses kunci contention politics dalam menjelaskan proses pergerakan masyarakat petani Singkoyo. Kata Kunci : Gerakan, Masyarakat Petani dan Kemitraan Perkebunan.
Kata Kunci : Berakhirnya Rezim