Aliansi Australia-Amerika Serikat pada Masa John Howard: Studi Kasus Perang Iraq Tahun 2003
RAHMAWATI, Ifana,
2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian ini memfokuskan pada gerakan perlawanan masyarakat Bangun Purba dalam mempertahankan hak ulayat. Dalam banyak kasus, kesewenang-wenangan negara dan swasta terutama dalam penyerobotan tanah-tanah yang dimiliki oleh masyarakat adat tidak jarang memicu munculnya gerakan perlawanan dari masyarakat. Oleh karena itu, riset ini dimaksudkan untuk menjawab: 1) Apa yang menyebabkan munculnya perlawanan masyarakat bangun Purba? dan 2) Bagaimana bentuk perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat Bangun Purba?. Dengan metode studi kasus, riset ini menunjukan bahwa gerakan perlawanan masyarakat Bangun Purba terhadap negara dan swasta berlangsung secara dinamis, baik berlangsung di bawah permukaan maupun secara frontal. Bagi masyarakat, Kapitalisasi tanah ulayat yang melibatkan negara dan swasta merupakan “perampasan” atas hak milik kolektif (ulayat) mereka. Gagalnya negosiasi damai yang dilakukan oleh masyarakat berimplikasi pada munculnya gerakan perlawanan dari masyarakat yang terdiri atas 2 fase yaitu: fase pertama, perlawanan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi (James C.Scott) dan terjadi perubahan pola perlawanan pada fase kedua yaitu, perlawanan yang dilakukan secara terorganisir dan terbuka (Antonio Gramsci). Mengacu pada teori Ted Robert Gurr, maka salah satu akar persoalan dari munculnya gerakan perlawanan tersebut adalah adanya kesenjangan (relative deprivation) antara harapan dan kenyataan. Harapan masyarakat Bangun Purba akan pengakuan terhadap hak ulayat mereka atas tanah ternyata tidak direspon secara positif oleh negara dan swasta. Munculnya gerakan perlawanan masyarakat Bangun Purba juga dikarenakan faktor internal dari masyarakat itu sendiri. Di mana terdapat perasaan kecewa dari masyarakat terhadap tokoh adat karena diduga “main mata” atau melakukan kerja sama dengan pihak pemilik modal (perusahaan). Kondisi kemiskinan yang membelenggu masyarakat juga merupakan salah satu faktor yang memicu terjadinya perlawanan, karena kondisi kemiskinan mereka diperparah lagi oleh perampasan tanah oleh negara dan swasta (kapitalisasi tanah) sebagai sumber utama penghasilan mereka. Kata kunci: gerakan perlawanan, kapitalisasi tanah, negara, swasta, masyarakat lokal.
Kata Kunci : Hubungan Internasional - Irak - Amerika Serikat