Aktor dalam Jaringan Transnasional Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Malaysia
HARDJONO, Dhewibrata,
2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalBubarnya Uni Soviet pada tahun 1991 telah menciptakan lima negara Asia Tengah yang merdeka dan secara fundamental mengubah tatanan strategis di kawasan Asia Tengah, meskipun implikasi dari pergolakan geo-strategis ini tidak dapat diperkirakan dengan pasti pada saat itu. Setelah pecahnya Uni Soviet, ada kekhawatiran bahwa ketegangan etnis dan konflik akan menyebar melalui susunan etnis yang rumit di Asia Tengah. Terdapat potensi terjadinya konflik di kawasan ini dan Asia Tengah beresiko berubah menjadi kawasan yang sangat tidak stabil. Sementara itu, kekuatan regional lainnya mulai mencari pengaruh di Asia Tengah saat Rusia mulai kehilangan pengaruhnya di kawasan ini. Mungkin keterlibatan kekuatan eksternal secara aktif di Asia Tengah ini dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan ini dan bahwa kontak dengan komunitas internasional yang lebih luas akan meningkatkan kesempatan bagi Asia Tengah untuk mengembangkan perekonomian mereka, membangun masyarakat yang lebih demokratis, dan menyelesaikan konflik. Namun rasionalitas bagi ‘pluralisme geopolitik dan geo-strategis’ ini belum dapat dibuktikan. Lebih jauh lagi, cara kekuatan regional eksternal ini berinteraksi di Asia Tengah dapat menyulut kembali konflikkonflik lama serta dapat menimbulkan konflik-konflik baru. Kekuatan regional secara cermat mengamati keterlibatan kekuatan-kekuatan lainnya di negara-negara Asia Tengah yang rentan dan memperkirakan potensi pengaruh ikatan asing yang baru terhadap keseimbangan di dalam kawasan ini. Keberadaan berbagai sumber instabilitas internal di Asia Tengah berarti bahwa potensi untuk konflik telah ada dan semakin besarnya pengaruh negara asing dan pengaruh transnasional di kawasan ini dapat memperdalam perbedaan dalam masyarakat Asia Tengah yang masih rapuh ini. Perusahaan asing dan pemerintahan asing membawa agenda mereka masing-masing dan bersikap layaknya saingan dan membawa pengaruh yang mengganggu kepentingan negara-negara Asia Tengah. Di saat yang sama, kelompok-kelompok atau kepentingan lokal mungkin dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh aktor-aktor eksternal meskipun hal tersebut akan merugikan negara atau kelompok lain dalam kawasan ini. Kata Kunci: Asia Tengah, Militer, Keamanan, Regional Security Complex, Kerjasama Keamanan Regional, Kekuatan Eksternal, Rusia, Amerika Serikat
Kata Kunci : Tenaga Kerja Indonesia