Aksi Nirkekerasan Untuk Perdamaian: Studi Kasus Musisi Generasi Bungan dan U2
INAWATI, Dian,
2003 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian ini memfokuskan diri pada Praktek industri prostitusi di Desa Bongas sebagai perwujudan politik pertukaran yang dilakukan oleh penguasa lokal sebelum negara modern hadir. Pada tahap selanjutnya praktek industri prostitusi di desa bongas menjadi arena kontestasi diantara aktor-aktor kepentingan yang terlibat sampai sekarang. Industri prostitusi membagi kelompok kepentingan yang satu sama lain saling melakukan rivalitas kedalam kelompok kepentingan yang satu sama lain saling mempengaruhi. Setiap kelompok menyandarkan kepentingan mereka dengan kepentingan kelompok lainnya, kelompok kepentingan tersebut meliputi; Kelompok Bawah, Kelompok Tengah, dan Kelompok Atas. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan mengapa dan dengan cara Prostitusi menjadi arena kontestasi kepentingan berbagai kelompok kepentingan di Desa Bongas Kabupaten Indramayu. Tujuan dari penelitian ini sendiri melakukan eksplorasi mengapa industri prostitusi dijadikan arena kontestasi kepentingan kelompok kepentingan yang dengan sendirinya menjadikan kegiatan industri sebagai bagian dari anyaman pola sosial, ekonomi dan kepentingan yang menyertainya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun analisa data penelitian ini menggunakan analisa kualitatif dengan model interpretatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan prostitusi di Desa Bongas telah menjadi bagian kehidupan masyarakat (cultur) dan terjadi proses institusionalisasi yang menjadikan kegiatan prostitusi sebagai industri berkekuatan penuh. Industri prostitusi menjanjikan keuntungan materi yang melimpah sehingga dengan sendirinya terjadi pengelompokan kepentingan diantara mereka yang terlibat. Setiap kelompok berupaya untuk menguasai serta mendominasi posisi mereka dalam industri prostituasi di Desa Bongas yang pada gilirannya melahirkan berbagai variasi kelompok kepentingan dengan berbagai motif dan caranya masing-masing. Industri prostitusi membagi berbagai kelompok kepentingan berdasarkan besaran jumlah uang yang mereka peroleh dari industri ini. Industri prostitusi menempatkan berbagai kelompok kepentingan kedalam piramida kekuasaan dimana rente terbagi berdasarkan stratifikasi kelompok serta peran yang dimainkan dalam industri prostitusi. Pada posisi akhir maka setiap kelompok kepentingan dalam posisi seimbang. hal ini dikarenakan setiap kelompok memiliki bergaining position yang satu sama lain saling mempengaruhi kelompok lain. Permintaan akan layanan seksual, pembagian uang dan otoritas yang dijalankan memberikan andil besar dalam skema berjalannya industri prostitusi sampai saat ini di Desa Bongas. Kata kunci: Prostitusi, Kontestasi Kepentingan.
Kata Kunci : Perdamaian