Laporkan Masalah

Posisi Birokrat Dalam Konstelasi Ekonomi Politik Jepang

DEWI Casmiwati,

1999 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

PDIP Sleman merupakan partai pemenang pemilu legislatif 1999, 2004, dan 2009 di Sleman. Namun demikian, PDIP Sleman tidak mencalonkan kadernya sendiri dalam Pilkada. Hal ini mengherankan karena secara normatif, parpol adalah organisasi yang diposisikan sebagai agen rekrutmen politik, bahkan sebagai lembaga yang secara sah memburu kekuasaan politik. Secara normatif, proses rekrutmen kandidat Pilkada dilakukan oleh parpol melalui dua cara, yakni kader internal dan eksternal. Rute internal dilakukan dengan mempromosikan kader partai untuk mengisi jabatan di struktur partai, legislatif dan eksekutif. Adapun rute eksternal adalah menyeleksi dan merekrut kandidat eksternal, dengan syarat dan biaya tertentu. Dalam studi ini analisis internal dan eksternal dilakukan secara simultan. Analisis internal, dilakukan dalam domain partai politik. Adapun analisis eksternal, dilakukan pada domain budaya masyarakat. Kedua analisis ini akan mengerucut pada keputusan tentang calon bupati. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode studi kasus melalui wawancara mendalam dan dokumentasi tertulis. Wawancara dilakukan dengan elite-elite politik PDIP Sleman dan pengamat politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan PDI-P dalam mengusung kandidat dari internal partai adalah karena terjadinya pragmatisme politik. Dalam konteks ini, pragmatisme bersumber dari organisasi partai politik itu sendiri, dan dari faktor eksternal berupa budaya politik masyarakat. Dari faktor internal adalah kegagalan kaderisasi PDI-P Sleman dan fenomena uang sebagai penentu perekrutan kandidat, sedangkan dari faktor eksternal adalah budaya politik masyarakat yang berpengaruh tidak secara langsung melalui persepsi elit terhadap kecenderungan pilihan publik. Dari faktor-faktor di atas, pilkada membutuhkan figur kandidat yang berkantong tebal dan populer. Dan karena partai-partai pemenang pemilu mengalami krisis ketersediaan kader yang loyalitas ideologinya tak diragukan lagi, mau tidak mau partai harus bersikap pragmatis dengan mengambil kandidat yang berasal dari luar partai. Alasannya, aktor tersebut mempunyai elektabilitas tinggi, ataupun kemampuan dana yang memadai. Kata kunci: Rekrutmen Politik, Pragmatisme Partai dan Pragmatisme Masyarakat

Kata Kunci : Posisi Birokrat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.