Peranan Gerakan Lingkungan Sebagai Kelompok Penekan dalam Politik Australia
SEKARTAJI, Harum Retnadi Galuh,
2000 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPerkembangan industri kelapa sawit kini semakin meluas di Indonesia. Masing-masing daerah yang memiliki potensi kelapa sawit berlomba-lomba mengundang investor, dengan tujuan untuk menciptakan lapangan kerja hingga peningkatkan PAD. Industri kelapa sawit umumnya banyak berdiri di pedesaan. Dengan masuknya industri di pedesaan, maka lambat laun akan menciptakan perubahan sosial budaya. Pengidentifikasian perubahan yang sifatnya negatif akan bermanfaat untuk meminimalisir masalah sosial yang mungkin berkembang dan pengidentifikasian perubahan yang sifatnya positif akan bermanfaat bagi keberlangsungan industri hingga kesejahteraan masyarakat di lingkungan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan proses perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat Desa Lingai, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Propinsi Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pengambilan informan menggunakan teknik snow ball, sehingga diperoleh informan sebanyak 23 orang yang terdiri dari aparat desa, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Berdasarkan temuan lapangan, mayoritas masyarakat memandang positif keberadaan PT Menggala Sawit Indo terutama dalam aspek ekonomi, mengingat setelah masuknya perusahaan kondisi ekonomi masyarakat semakin meningkat drastis. Namun ada juga masyarakat yang memandang negatif keberadaan perusahaan, hal ini terutama terkait aspek limbah dan kondisi jalan yang semakin buruk pasca beroperasinya perusahaan tersebut. Keberadaan PT Menggala Sawit Indo sendiri menyebabkan perubahan sosial budaya sebagai berikut: a) perubahan rasa sopan santun terutama anak muda, namun demikian secara garis besar aspek budaya, bahasa, dan sopan santun ini tidak mengalami perubahan yang berarti; b) perubahan intensitas dan jumlah masyarakat yang bergotong royong; c) interakasi intra dan antar kelompok masyarakat yang semakin membaik dan terbentuknya integrasi dalam masyarakat; d) semakin semaraknya kehidupan religi dan mulai ditinggalkannya sistem kepercayaan lama; e) perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat; f) semakin tingginya etos kerja masyarakat; g) terbentuknya kelas sosial baru, yaitu para pekerja pabrik yang terlihat sukses menempati posisi status sosial baru dan terjadinya mobilitas sosial masyarakat terutama dari segi pendapatan dan juga status sosial mereka; h) berkembangnya organisasi ekonomi seperti arisan dan koperasi, sementara muncul juga organisasi formal seperti Laskar Merah Putih; i) berkembangnya mata pencaharian baru di sektor nonpertanian; j) munculnya masalah sosial, seperti perjudian dan minuman beralkohol, meskipun hanya dalam lingkup terbatas; dan k) perubahan cara pandang masyarakat akan kesehatan serta meningkatnya jaminan sosial terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang bekerja di pabrik. Kata Kunci: Perubahan Sosial Budaya, Masyarakat
Kata Kunci : Lingkungan - Politik - Australia