Peran Jiang Zemin dalam Melanjutkan Modernisasi Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Pasca Deng Xiaoping
SITEPU, Evalina,
2000 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalKelompok Batik Tulis Sungging Tumpuk dibentuk oleh Australian Indonesian Partnership (AIP) pada tahun 2006 dengan beranggotakan para perempuan pembatik di Giriloyo Imogiri Bantul. Kelompok ini merubah peran perempuan yang awalnya pembatik rumahan, menjadi perempuan pembatik yang berkelompok dan mampu menyumbang 60% pendapatan keluarga. Kondisi ini membedakan perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk dengan perempuan Jawa pada umumnya. Perempuan Jawa secara umum mengalami domestiifikasi peran serta mengalami stereotype termasuk dalam perilaku komunikasi. Perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk berbeda dari perempuan Jawa secara umum. Peneliti ingin mengetahui bagaimana perilaku komunikasi perempuan Jawa anggota KBT Sungging Tumpuk. Peneliti akan menggunakan metode etnografi komunikasi untuk mengetahui bagaimana perilaku komunikasi perempuan Jawa anggota KBT Sungging Tumpuk. Peneliti akan mengumpulkan data dengan melakukan observasi partisipatori dan melakukan wawancara mendalam terhadap informan dengan teknik snow ball. Metode ini diharapkan akan mampu memberikan data sealamiah mungkin sehingga peneliti dapat memberikan gambaran yang riil terkait perilaku komunikasi anggota KBT Sungging Tumpuk. Perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk selalu berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhannya. Komunikasi dilakukan antar anggota kelompok (relasi internal) dan relasi eksternal seperti anggota kelompok lain, tamu, masyarakat umum dan juragan batik. Dalam berkomunikasi perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk menggunakan bahasa verbal dan bahasa nonverbal. Bahasa verbal menunjukkan adanya tingkatan bahasa yang digunakan secara khusus sesuai dengan nilai dan norma budaya Jawa. Bahasa nonverbal yang digunakan diantaranya adalah kinesik, paralinguistik,komunikasi sentuhan dan proksemik. Variabel Hofstede yang paling berpengaruh dalam menentukan perilaku komunikasi adalah power distance. Perbedaan status ekonomi menjadi hal yang paling mempengaruhi perilaku pada relasi eksternal. Sedangkan pada relasi internal, perbedaan struktur birokrasi menentukan pola komunikasi. Perilaku komunikasi merupakan pencerminan dari nilai , norma dan sistem pengetahuan individu. Perilaku memiliki makna sesuai dengan konteks nilai pada budaya yang diyakini. Budaya Jawa merupakan budaya kolektif, hal ini memberikan pengaruh terhadap keseragaman perilaku. Perilaku yang berbeda dari hal yang umum dinilai berbahaya. Perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk tergolong vokal, relasi masculinity –feminity tidak membedakan dalam berkomunikasi. Key word: Communication, Culture, Javanese Woman
Kata Kunci : Politik - Militer - Cina