Kebijakan Nuklir Korea Utara (Kurun Waktu 1990 an)
ARIEF, Faisal El, Faisal El Arief
2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalKemiskinan masih merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Pemerintah Kota Kendari. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) jo Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknik Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Program bantuan dana bergulir merupakan salah satu bidang yang dapat dikelola melalui PKK-BLUD yaitu dengan memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga bergeraknya sector riil yang pada gilirannya bergeraknya roda perekonomian suatu daerah. Pemerintah Kota berupaya memberdayakan masyarakat dan ekonomi rakyat melalui BLUD. Dengan PeraturanWalikota No. 6 tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan/ Standar Pelayanan Minimal Pengelolaan Dana Bergulir melalui Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Kota Kendari, pemerintah memberikan bantuan layanan kredit dengan mengalokasikan bantuan dana bergulir (revolving fund) sejak TA 2008 dengan sumber dana APBD Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program dan apakah faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program bantuan dana bergulir BLUD Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif (statistic sederhana). Teknik pengumpulan data dengan wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi. Metode kualitatif memfokuskan untuk melihat pola kegiatan pemberdayaan ekonomi secara deskripsi factual yang terjadi di lapangan, sedangkan metode kuantitatif untuk mengukur manfaat yang dirasakan masyarakat anggota sebelum dan setelah pelaksanaan program (single program before-after). Teori yang digunakan sekaligus untuk interpretasi data adalah teori efektivitas program oleh Dunn dengan menggunakan formal evaluation yaitu efektivitas program dapat dilihat dari dampak program meliputi output dan outcome yang dihasilkan. Dari hasil penelitian disimpulkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui BLUD Kota Kendari kurang efektif dapat dilihat tingkat kemacetan pinjaman yang tinggi, adanya penyalahgunaan dana oleh SDM pengelola BLUD, perkembangan usaha dan kondisi ekonomi masyarakat binaan tidak mengalami peningkatan yang signifikan menunjukkan kinerja program belum berjalanefektif. Saran, peningkatan pendampingan terutama dari segi pengawasan dan advokasi terhadap kelompok binaan, karena pendampingan yang maksimal akan memberikan pengetahuan manajemen yang baik sehingga akan meminimalkan tingkat kemacetan, penyempurnaan SDM melalui peningkatan pelatihan dan pembinaan yakni pengelolaan kegiatan, kapasitas dan spiritual agar memiliki komitmen keberpihakan yang tinggi pada masyarakat, dan kerjasama dengan lembaga keuangan yang memiliki program Kredit Usaha Rakyat yang didesain dengan dasar pertimbangan prospek usaha bukan berdasarkan agunan. Kata kunci: efektivitas, output, outcome, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program
Kata Kunci : Nuklir