Laporkan Masalah

Implementasi Structural Adjusment Program dan Implikasinya bagi Politik Meksiko 1982-1998

SETIADI, Lenny Dianawati, Lenny Dianawati Setiadi

2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Persoalan kebijakan adalah persoalan paling susah dijustifikasi dan dikonfrontir dengan alasan-alasan administratif atau juga politis an sich, akan tetapi lebih dari itu, ia juga bagian dari budaya komitmen yang ada dalam diri para pengambil kebijakan. Lahirnya kebijakan telah diiringi oleh serangkaian aktivitas yang rumit dan panjang, kontradiksi, segregasi kepentingan antar stakeholder, polarisasi isu, bahkan tidak jarang ketika suatu produk kebijakan akan dihasilkan biasanya konflik akan selalu muncul mewarnai di dalamnya. Studi ini mencoba mengungkapkan sisi lain dari proses pertarungan stakeholder dalam rangka mendorong terealisasinya sebuah produk kebijakan, yaitu berkaitan dengan kebijakan Relokasi Ibukota Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa. Terkait dengan riset ini, masalah pokok yang diangkat yaitu: Mengapa Proses Negosiasi Kebijakan Relokasi yang dilakukan oleh Stakeholder belum berhasil? Pertanyaan tersebut dibreakdown ke dalam tiga pertanyaan penting yaitu: 1).Siapa saja aktor yang terlibat dalam proses Negosiasi Kebijakan Relokasi tersebut? 2).Bagaimana bentuk peran yang dilakukan stakeholder dalam proses negosiasi kebijakan Relokasi Ibukota Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa? 3). Bagaimana dinamika konflik yang terjadi dan implikasinya terhadap keterlambatan proses negosiasi kebijakan relokasi tersebut? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dalam rangka memperoleh data untuk menjawab masalah yang ada, penulis menggunakan teknik actor oriented approach (Snoijen, 1997), suatu teknik yang melihat bentang aktor sebagai subyek yang dianggap penting dan mampu menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keterlambatan untuk memperoleh hasil negosiasi yang dilakukan oleh stakeholder khususnya stakeholder primer gagal menemukenali hakekat substantif dari berbagai teknik, pendekatan serta nilai-nilai yang akan dinegosiasikan dengan pihak penentu kebijakan (Pemda dan DPRD Sumbawa). Masih lemahnya pergerakan aktor terkait gaya, teknik dan modal negosiasi adalah realitas praktek negosiasi yang dilakukan oleh stakeholder yang ada di Batulanteh. Dinamisnya pola hubungan atau konflik antar aktor dalam proses negosiasi tersebut berimplikasi kepada proses negosiasi sebagai suatu keniscayaan yang terus dilakukan. Sementara di sisi lain, keberhasilan negosiasi dihambat oleh isu dan kepentingan politik parokial seperti masalah tempat ibukota kecamatan yang baru. Kegagalan negosiasi juga disebabkan ketidakmampuan stakeholder untuk mempersiapkan SDM dan datadata pendukung serta negosiator yang handal. Belum adanya politicall will dari Pemda dan DPRD Sumbawa terkait Relokasi Ibukota Kecamatan Batulanteh melalui PERDA atau PERBUP RELOKASI. Keyword: Stakeholder, Negosiasi, Kebijakan Relokasi

Kata Kunci : Politik, Meksiko


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.