Laporkan Masalah

Export Credits Agencies dan Utang Luar Negeri Indonesia Studi Kasus Listrik Swasta PLTU Paitin I

NASUTION, Indra Kesuma, Indra Kesuma Nasution

2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Program pemberdayaan masyarakat Suku Tugutil di Provinsi Maluku Utara belum dapat terwujud dengan baik, karena secara kuantitias dan kualitas belum ada perubahan yang mendasar dalam kehidupan mereka, masih banyak yang tetap berstatus miskin, tertinggal, dan termarjinalkan. Diduga program-program pemberdayaan yang dilaksanakan selama ini tidak sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal masyarakat setempat. Untuk itu, ada beberapa permaslaahan pokok yang penulis rumuskan sebagai berikut: 1) Apakah implementasi program pemberdayaan sesuai dengan cara hidup atau kearifan lokal masyarakat Suku Tugutil ?; 2) Bagaiman respon masyarakat Suku Tugutil terhadap implementasi program pemberdayaan tersebut ?; 3) Apakah program pemberdayaan tersebut dapat memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat Suku Tugutil ? Penelitian ini bertujuan: a) Untuk mengetahui kesesuaian antara program pemberdayaan dengan cara hidup atau kearifan lokal masyarakat Suku Tugutil; b) Untuk mengetahui respon masyarakat Suku Tugutil terhadap implementasi program pemberdayaan komunitas adat terpencil (KAT); c) Untuk mengetahui manfaat dari implementasi program pemberdayaan bagi kehidupan masyarakat Suku Tugutil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif terutama dilakukan dengan tehnik analisis deskriptif. Maka terdapat dua pilar utama yang dijadikan unit analisa, yaitu 1) pihak pemerintah sebagai penanggungjawab dalam implementasi program pemberdayaan KAT; 2) pihak masyarakat sebagai target atau sasaran dari implemetasi program pemberdayaan. Untuk itu, yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang dianggap punya kemampuan dalam memberi informasi/jawaban yang diperlukan, sesuai dengan semua permasalahan yang ada, yaitu sebanyak 17 orang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahawa 1) Implementasi program pemberdayaan kepada masyarakat Suku Tugutil tidak sesuai dengan cara hidup dan kearifan lokal masyarakat setempat karena secara kuantitias dan kualitas belum ada perubahan yang mendasar dalam kehidupan mereka, masih banyak yang tetap berstatus miskin, tertinggal, dan termarjinalkan; 2) Tidak adanya keterlibatan masyarakat dalam implementasi program pemberdayaan sehingga proses pemberdayaan seperti membimbing dan mendidik masyarakarat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tidak pernah dirasakan; 3) Manfaat dari implementasi program pemberdayaan terhadap masyarakat sifatnya hanya sementara disaat stimuli masih ada, namun lebih banyak terciptanya ketergantungan yang besar dari masyarakat terhadap pemerintah setelah program selesai diimplementasikan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara perlu melakukan pembenahan dan mendesain ulang program pemberdayaan pada masyarakat Suku Tugutil yang sesuai dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat, baik program fisik maupun program nonfisik. Pemerintah perlu untuk merumuskan kembali program-program pemberdayaan kepada masyarakat Suku Tugutil dengn melibatkan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan kemitraan, partisipasi dan advokasi. Kata kunci: Implementasi, pemberdayaan, pertisipasi dan kesejahteraan sosial xvi

Kata Kunci : Ekonomi, Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.