Dampak Perubahan Kepentingan Kelas Menengah Terhadap Demokrsi Chilie (1973-1989)
YULIANSYAH, Andi, Andi Yuliansyah
2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalWKSBM lahir dengan berbagai alasan antara lain Pemerintah berada pada posisi sangat terbatas baik pada penjangkauan pelayanan maupun pendanaan, sehingga masyarakat di tingkat komunitas lokal memiliki kapasitas pertama dan utama dalam mengidentifikasi , mendeteksi dan mengambil keputusan serta membuat rencana aksi atau tindakan tingkat pertama yang efektif dalam penanganan permasalahan kesejahteraan sosial di lingkungannya. Selain itu usaha kesejahteraan sosial berbasis masyarakat secara substansi mengembalikan pelayanan kesejahteraan sosial pada mekanisme pasar. Hal demikian sekaligus mendorong makin pentingnya orientasi privatisasi pelayanan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai sebuah gerakan di kemudian hari. Penumbuh-kembangan dan pemberdayaan Community Base Organization (CBO) sebagai elemen dasar masyarakat warga, juga memiliki peran dan fungsi yang sangat mendasar dalam memberikan dukungan pelaksanaan otonomi daerah, terutama dalam mendukung dan meningkatkan pelayanan publik di bidang kesejahteraan sosial. Realita itulah yang kemudian menjadi alasan mendasar pemberdayaan KPS yang telah berkembang di tingkat lokal tersebut mulai tahun 2004 oleh Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Provinsi dengan memfasilitasi pembentukan suatu jaringan dikenal sebagai Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM). Melihat fenomena diatas maka penelitian ini bertujuan untuk dapat mengungkap dan menjelaskan dinamika mekanisme penguatan jaringan sosial dalam WKSBM dan untuk dapat mengungkap serta menjelaskan seberapa jauh WKSBM melakukan fungsi koordinasi antar KPS. Penelitian ini berlokasi di Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, dipilihnya lokasi ini karena menjadi salah satu lokasi program WKSBM dan terletak pada daerah pedesaan yang mana gaya kerja masyarakatnya komunal dan gotong royong serta masih memegang tradisi. Peneliti menggunakan metode observasi langsung, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data-data pendukung penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa modal sosial hanya berfungsi bagi individu yang memiliki jaringan sosial dalam masyarakat. PMKS sebagai warga masyarakat tidak banyak kesempatan untuk mengikuti aktivitas sosial, akibatnya mekanisme kerja modal sosial tidak banyak menjangkau PMKS. Kehadiran WKSBM dalam konteks menangani masalah PMKS seperti ditunjukkan di lokasi penelitian relevan untuk menjawab PMKS yang kurang diperhatikan oleh masyarakat sekitarnya. WKSBM akan lebih mudah berkembang apabila ditumbuhkan dari sebuah lembaga sosial yang telah ada sebelumnya sehingga WKSBM tidak sepenuhnya ditumbuhkan dari awal. Pengalaman pengurus dalam mengelola sebuah lembaga sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi. Dalam penelitian ini ditemukan adanya berbagai kendala yang dihadapi pengelola WKSBM, yaitu belum seluruh masyarakat memahami WKSBM. Sedangkan respon PMKS terhadap WKSBM ada tiga macam yaitu selalu mengharapkan mendapatkan bantuan secara rutin dari WKSBM., kemudian ada yang berterima kasih atas bantuan dari WKSBM serta ada pula yang menolak bantuan WKSBM karena merasa sudah mampu. Kata kunci : wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat, jaringan sosial
Kata Kunci : Buruh