Laporkan Masalah

East Timor Alert Network(Etan) dan Politik Luar Negeri Kanada dalam Kasus Timor-Timur Tahun 1992-1999

SUDARWATI, Yuni,

2000 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Pasca runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 banyak negara-negara Eropa bekas Blok Timur dengan alasan demi perbaikan ekonomi, kemudian memilih untuk bergabung dengan Uni Eropa. Kenyataan ini membuat Rusia merasa terancam. Moskow akan kesulitan tanpa adanya negara-negara terdekat yang mau menjadi sekutunya. Pada tahun 2007 anggota Uni Eropa sudah mencapai 27 negara. Rusia merasa keanggotaan Uni Eropa tidak boleh bertambah lagi terutama dari negara-negara Eropa bekas Blok Timur. Oleh karena itu, ketika Ukraina mengajukan diri untuk bergabung dengan Uni Eropa, Rusia berusaha untuk mencegahnya. Langkah yang diambil Rusia untuk mencegah masuknya Ukraina ke Uni Eropa adalah dengan menggunakan diplomasi energi gas. Alternatif gas dipilih karena baik Ukraina maupun Uni Eropa sama-sama memiliki ketergantungan pasokan gas dari Rusia. Dengan menghentikan pengiriman pasokan gas untuk wilayah Ukraina dan Uni Eropa, maka Ukraina dan Uni Eropa mengalami kekurangan gas yang mengganggu kegiatan perekonomian serta kegiatan masyarakatnya terutama pada musim dingin. Melihat kenyataan ini maka akhirnya Ukraina mengurungkan niatnya untuk bergabung dengan Uni Eropa dan Uni Eropa juga membatalkan niatnya untuk memasukkan Ukraina sebagai anggotanya. Keberhasilan Rusia dalam membendung perluasan keanggotaan Uni Eropa ke Ukraina membuat pengaruh Moskow di tingkat regional maupun internasional semakin meningkat. Kata kunci: Rusia, Uni Eropa, Ukraina dan Energi Gas.

Kata Kunci : Hubungan Internasional - Kanada


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.