Laporkan Masalah

Analisis Proses Negosiasi Penyelesaian Perang Vietnam Menurut Perspektif Perang Sun Tzu

YULIANA LO, Yuliana Lo

2001 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Pesantren adalah salah satu karya bangsa kita, telah berdiri sejak 300 – 400 tahun silam dan memiliki keunikan tradisi yang berbeda dengan komunitas masyarakat pada umumnya. Modal sosial (social capital) di pesantren tumbuh subur karena hubungan kekerabatan, kebersamaan, dan sikap saling menolong antar sesama begitu kental. Namun dengan adanya era informasi dan komunikasi yang semakin kuat menyebabkan hubungan mereka semakin terkikis dengan semakin tumbuhnya sikap individualistic dan oportunistik. Tidak mengherankan jika kemudian di pesantren konflik berpotensial terjadi dan dapat menghancurkan integritas pesantren. Berbagai upaya dilakukan untuk menumbuhkan kembali social capital yang sempat terkoyak. Penulis tertarik untuk melihat bagaimana social capital ; kepercayaan (trust); norma-norma (norms) ; jaringan (network) di pesantren Nurul Ummah. Dalam penelitian ini penulis melihat di pesantren Nurul Ummah social capital masih terjaga walaupun di pesantren ini ada konflik intern yang sangat berpotensi memecah belah integritas pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1986. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pesantren Nurul Ummah menumbuhkan kembali modal sosial dengan menelaah kerja sama dan jaringan sosial pesantren. Metode penelitian yang digunakan untuk membahas masalah di atas adalah kualitatif, dengan teknik sampling sampel bertujuan (purpossive sampling), untuk mendapatkan data secara alamiah, dengan melakukan penelitian lapangan (Field Research). Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang umumnya dilakukan pada penelitian dalam bentuk studi kasus, untuk menggambarkan permasalahan di lapangan dan menganalisanya berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian ini mengumpulkan data dengan tiga cara yaitu: observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis, untuk melihat modal social yakni melalui kerja sama dan jaringan sosial Pesantren Nurul Ummah. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa kepercayaan di pesantren Nurul Ummah cukup kuat. Ketokohan kiai Asyhari Marzuqi saat masih hidup sebagai top leader pesantren Nurul Ummah cukup berpengaruh. Pasca wafat Kiai Asyhari Marzuqi, kepercayaan cenderung lemah sebab munculnya konflik internal antara pengasuh dengan santri senior–yayasan. Norma, aturan, dan nilai-nilai pesantren saat kiai Asyhari Marzuqi hidup berlangsung konsisten. Namun pasca wafat beliau, norma, aturan, dan nilai lembaga lemah. Sementara dalam hal kerjasama dan jaringan sosial saat kiai hidup tergolong kuat. Pasca wafat beliau justru melemah. Indikator pelemahan itu adalah kurangnya ghiroh (semangat) santri, pengurus, stakeholder, dan partisipasi serta kiprah mereka di pesantren dan masyarakat. Kata kunci: modal sosial, kerja sama, Jaringan sosial.

Kata Kunci : Militer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.