Laporkan Masalah

Strategi Presiden Saddam Hussein Untuk Mempertahankan Kekuasaannyadi Irak Sejak Tahun 1979

WAHYUNI, Sri Endang, Sri Endang Wahyuni

1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Praktisi perempuan public relations (PR) digunakan kinerjanya di berbagai organisasi. Mereka bekerja pada lembaga profit dan non profit yang mengandalkan keramahan tutur kata, keanggunan sikap dan keluwesan, yang sering disebut hospitality industry. Apa sajakah peranan dan kendala yang dihadapi PR perempuan dalam menjalankan kinerjanya? Penelitian ini bertujuan untuk untuk menggali dan mendeskripsikan peranan praktisi PR perempuan di Yogyakarta dalam menjalankan kinerjanya, serta berupaya mengungkap kendala kompetensi individu dan kendala manajerial (kebijaksanaan perusahaan) yang dihadapi dalam menjalankan peranan sebagai praktisi perempuan PR dalam manajemen perusahaan. Metode pengumpulan data didapatkan dari survey lapangan dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan subyek penelitian sejumlah 21 praktisi PR perempuan di Yogyakarta. Hasil wawancara dideskripsikan secara kualitatif dan kemudian dianalisis dengan teknik continuous comparison atau kategorisasi. Disamping memfokus pada objek utamanya, penelitian ini juga mengungkap fenomena yang sedang terjadi di sekitar ruang lingkup penelitiannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa praktisi PR lebih diperankan untuk medukung pemasaran. Rendahnya posisi PR baik pada lembaga profit maupun non profit dalam struktur organisasi , berdampak pada PR cenderung menjalankan peranan teknisi. Kendala yang dialami:1) kendala kompetensi individu (personal), 2) kendala peraturan/kebijaksanaan perusahaan (manajerial). Kata kunci: perempuan public relations, peranan, kendala

Kata Kunci : Politik, Irak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.