Laporkan Masalah

Institusionalisasi Politk di Negara Berkembang : Studi Kasus Negara Kamboja 1993-1998

ETTY Utami Wulandari,

1999 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini merupakan penerapan pendekatan genealogis dan kekuasaan yang dikenalkan oleh Michel Foucault. Pendekatan genealogis dalam melacak perkembangan sosiologi Indonesia sangat bermanfaat untuk memahami perjalanan sejarah yang dipengaruhi oleh situasi sosial dan politik baik dari dalam maupun luar negeri sebagai konteks lahirnya sebuah wacana. Jika di masa kolonialisme Hindia-Belanda, sosiologi sebagai disiplin ilmu masih kuat dengan pengaruh ilmu sosial Belanda, namun ketika Orde Baru mulai berkuasa di Indonesia maka orientasi sosiologi Indonesia pun bergeser ke arah “pembangunan” yang memang menjadi karakter yang bersifat ideologis. Secara teoritik, teori-teori modernisasi sangat mempengaruhi perjalanan sosiologi Indonesia di masa Orde Baru ini yang tidak lain juga disebabkan oleh dominasi paradigma Fungsionalisme Parsonian. Begitu pula halnya pasca Orde Baru yang diikuti dengan fenomena globalisasi, di mana sosiologi Indonesia pun mulai berkembang dalam rangka menjawab tantangan-tantangan perubahan sosial di masyarakat yang mengalami pergeseran pola interaksi dan komunikasi sebagai bentuk budaya baru terutama oleh dorongan dari kemajuan dan perkembangan media baru. Sementara makna kekuasaan dalam tesis ini berguna dalam melihat bagaimana sebuah wacana (diskursus) diproduksi melalui hubungan antara otoritas kelembagaan, otoritas individu dan praktek pewacanaan yang ilmiah serta berlangsung secara relasional. Sehingga perkembangan sosiologi Indonesia akan tampak melalui hubungan kekuasaan baik pada level makro yang menentukan dalam hal orientasi keilmuannya maupun pada level mikro yang menentukan dalam hal produksi dan pendistribusian wacana akademik (praktik diskursif). Hadirnya diskursus kerakyatan dalam sosiologi Indonesia yang menyejarah dalam konteks perjuangan kemerdekaan tersebut juga tidak terlepas dari upaya segenap ilmuwan sosial yang mencermati dampak-dampak sosial dari pembangunanisme Orde Baru serta ancaman-ancaman nyata dari rejim neoliberalisme seperti kemiskinan dan sumber daya ekonomi rakyat. Dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis yang digagas oleh Norman Fairclough sebagai metode menganalisis diskursus kerakyatan tersebut, maka ia membantu dalam menyibak selubung ideologis, bentuk-bentuk ketimpangan, dominasi dan keberpihakan dari teks-teks sosiologi Indonesia. Kata Kunci: Genealogi, Kekuasaan, Michel Foucault, Sosiologi Indonesia, Diskursus Kerakyatan, Norman Fairclough, Analisis Wacana Kritis

Kata Kunci : Institusionalisasi Politik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.