Sengketa Teritorial di Laut Cina Selatan Pasca Perang Dingin
HIDAYATI, Erlina, Erlina Hidayati
1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian ini ditujukan untuk menganalisa hubungan saling menguntungkan yang Pakistan bangun dengan Republik Rakyat Cina. Kerjasama tersebut akan terfokus pada aliansi keamanan di antara kedua negara. Aliansi militer dipandang Pakistan sebagai suatu cara untuk menghadapi rival lamanya, India. Pakistan dengan India telah terlibat dalam perang berskala besar maupun kecil; yang di antaranya didasarkan atas konflik perbatasan Jammu dan Kashmir. Kedua belah pihak juga melibatkan kompetisi dalam pencarian senjata berkekuatan nuklir untuk mempertahankan perimbangan di antara mereka sebagai dua negara terbesar di Asia Selatan. Deterrence dan balance of power, serta teori alliance akan menjadi pendekatan neorealist yang digunakan sebagau alat untuk menganalisa fenomena ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari buku teks, jurnal, artikel koran dan online, serta bermacam – macam data bermanfaat yang diperoleh dari internet. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa Pakistan menggunakan aliansi kemanan dengan Cina untuk memperoleh tehnologi nuklir yang akan menjadi dasar dalam pengembangan kapabilitas deterrence terkuat, senjata nuklir. Hubungan dengan Cina juga membawa Pakistan pada tingkat pengaruh yang lebih tinggi di wilayah Asia Selatan. Akhirnya, aliansi kemanan tersebut terbukti berperan sebagai aspek terpenting untuk mempertahankan balance of power dengan India. Kata Kunci: deterrence, alliance, balance of power
Kata Kunci : Militer- cina