Politik Perburuhan Amerika Serikat; Suatu Tinjauan Historis-Struktural
SANTOSO, Kabul, Kabul Santoso
1996 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPotensi kelautan Indonesia sangat besar, namun potensi tersebut belum dikelola secara serius oleh pemerintah sehingga belum dapat meningkatkan kesejahteraan, terutama masyarakat nelayan. Demikian juga dengan masyarakat nelayan di pulau Maitara, di tengah-tengah sumber daya laut yang melimpah ternyata kondisi masyarakatnya masih hidup dalam serba kekurangan. Kondisi seperti ini, yang paling mengalami tekanan-tekanan sosial ekonomi adalah istri/perempuan nelayan buruh. Oleh karena itu penelitian ini bemaksud untuk mengetahui bagaimana peran perempuan nelayan, baik yang bukan dibo-dibo maupun yang beraktivitas sebagai dibo-dibo memanfaatkan potensi sumber daya ekonomi dalam komunitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan bagaimana mereka menggunakan modal sosial sebagai salah satu strategi kelangsungan hidup dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun instrumen utama dalam pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan untuk mendapatkan data tambahan ditelusuri pula laporan-laporan tertulis dari kontor desa yang berkaitan dengan fokus penelitian. Berdasarkan temuan lapangan menunjukkan bahwa: pertama, dalam menghadapi kesulitan hidup, perempuan nelayan di pulau Maitara memanfaatkan potensi sumber daya ekonomi yang tersedia di lingkungannya dengan membentuk jaringan sosial melalui kegiatan jojobo/arisan dan dibo-dibo (mengambil dan menjual ikan) sebagai media untuk mengakses kebutuhan ekonomi rumah tangga. Kedua, kegiatan jojobo/arisan dan dibo-dibo bila dilihat dari elemen modal sosial seperti kepercayaan, norma resiprositas dan jaringan sosial memeliki implikasi secara sosial maupun ekonomi. Secara sosial, hubungan-hubungan individu dalam kegiatan jojobo/arisan dan dibo-dibo menjadi semakin kuat karena didukung dengan adanya rasa kebersamaan, kejujuran, keadilan, kebenaran, dan saling percaya antara sesama. Sedangkan secara ekonomi, pendapatan yang diperoleh dari kegiatan jojobo/arisan dan dibo-dibo tersebut dapat memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga seharihari. Namun, implikasi ekonomi dari modal sosial ini masih bersifat karitatif dan hanya berfungsi sebagai strategi menjaga kelangsungan hidup rumah tangga perempuan nelayan. Dengan kata lain, penggunaan modal sosial oleh perempuan nelayan yang bukan dibo-dibo maupun yang dibo-dibo masih dalam taraf mempertahankan hidup subsistensi, tetapi ada kecenderungan sebagian perempuan nelayan yang beraktivitas sebagai dibo-dibo dari pendapatan yang mereka peroleh dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan sosial. Kata kunci : modal sosial, strategi kelangsungan hidup, perempuan nelayan
Kata Kunci : Tenaga Kerja